HOME  ⁄  Ekonomi

DPR Dukung Pemerintah Perkuat Swasembada Pangan, Luas Tanam Ditargetkan Tembus 11 Juta Hektare pada 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

DPR Dukung Pemerintah Perkuat Swasembada Pangan, Luas Tanam Ditargetkan Tembus 11 Juta Hektare pada 2026
Foto: (Sumber :Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A Rozak (kiri) berswafoto dalam Forum Diskusi Pertanian bertajuk 'Dua Tahun Transformasi Pertanian Era Presiden Prabowo' di Jakarta, Rabu (21/10/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak mendukung langkah pemerintah memperkuat fondasi swasembada pangan nasional melalui perbaikan jaringan irigasi, penyediaan benih berkualitas, serta peningkatan sarana dan prasarana pertanian untuk mendorong produktivitas petani.

Dukungan tersebut disampaikan Hanan dalam Forum Diskusi Pertanian bertajuk "Dua Tahun Transformasi Pertanian Era Presiden Prabowo" yang digelar di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Menurut Hanan, pemerintah telah menyusun berbagai target strategis pembangunan pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligus mempertahankan keberlanjutan produksi pangan dalam negeri.

"Waktu di 2025 itu ada target-target, apalagi tekadnya adalah tidak ada impor lagi, tekadnya adalah swasembada, mempertahankan swasembada. Nah, itu yang ngitung pemerintah, kemudian hasil perhitungan itu diterjemahkan dalam bentuk target-target," katanya.

Ia menjelaskan bahwa target pembangunan pertanian disusun berdasarkan perhitungan kebutuhan nasional yang kemudian diterjemahkan menjadi sejumlah program pemerintah.

Program tersebut mencakup peningkatan luas tanam, pembangunan infrastruktur pengairan, serta pemenuhan kebutuhan sarana produksi untuk mendukung peningkatan hasil pertanian secara berkelanjutan.

Pemerintah Targetkan Luas Tanam Meningkat Jadi Lebih dari 11 Juta Hektare

Hanan mengungkapkan bahwa salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan adalah meningkatkan luas tanam pertanian nasional.

Menurutnya, pemerintah menargetkan peningkatan luas tanam dari sekitar 10 juta hektare pada 2024 menjadi lebih dari 11 juta hektare pada 2026.

Peningkatan tersebut didorong melalui berbagai program pembangunan pertanian, terutama perbaikan jaringan irigasi agar lahan mendapatkan pasokan air secara lebih optimal.

Hanan menjelaskan bahwa sejumlah lahan pertanian sebelumnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal akibat kondisi jaringan irigasi yang tidak berfungsi dengan baik.

Melalui normalisasi saluran irigasi hingga tingkat tersier, lahan yang sebelumnya kurang produktif diharapkan dapat kembali digunakan untuk kegiatan pertanian.

"Kenapa kok bisa meningkat? Nah, ini karena ada program, ada kebijakan. Perbaikan irigasi misalnya ya, tadinya irigasinya tidak normal dinormalkan sampai level tersier. Nah, sehingga yang tadinya bisa tanam misalnya hanya 10 juta hektare, akibat ada perbaikan air irigasi bisa lebih meningkat lagi. Nah, seperti itu. Banyak kebijakan-kebijakan," ucapnya.

Ia menilai perbaikan infrastruktur pengairan menjadi faktor penting dalam meningkatkan intensitas tanam sekaligus memperbesar potensi produksi pangan nasional.

Dengan pasokan air yang lebih terjamin, petani memiliki kesempatan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sepanjang musim tanam.

DPR Apresiasi Pembangunan Bendungan dan Jaringan Irigasi Pertanian

Hanan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian membutuhkan dukungan pemerintah karena biaya yang diperlukan tidak memungkinkan untuk ditanggung petani secara mandiri.

Ia mencontohkan pembangunan bendungan dan jaringan irigasi yang membutuhkan anggaran besar serta keterlibatan berbagai kementerian terkait.

Menurutnya, Kementerian Pekerjaan Umum memiliki peran dalam pembangunan bendungan hingga jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier.

Sementara itu, Kementerian Pertanian turut menangani jaringan irigasi tersier yang berhubungan langsung dengan kebutuhan pengairan lahan petani.

"Contoh terkait irigasi, Kementerian PU (Pekerjaan Umum) membangun mulai dari bendungan, primer, sekunder, tersier. Kementerian Pertanian juga ada urus tersier karena yang paling dekat dengan petani. Pemerintah hadir di situ, itu tidak mungkin dibiayai oleh petani," katanya.

Hanan menilai keterlibatan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha pertanian nasional.

Selain pembangunan jaringan irigasi, pemerintah juga memberikan bantuan alat dan mesin pertanian atau alsintan untuk menunjang kegiatan produksi petani.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu petani mengelola lahan secara lebih optimal dan meningkatkan hasil panen.

Penyediaan Benih Berkualitas Jadi Bagian Penguatan Produksi Pangan

Selain memperbaiki infrastruktur pertanian, pemerintah juga memperkuat ketersediaan benih untuk memastikan kegiatan budidaya dapat berjalan dengan baik.

Hanan menjelaskan bahwa dukungan penyediaan benih dilakukan melalui keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta perusahaan yang bergerak di bidang perbenihan.

Langkah tersebut bertujuan memastikan petani memiliki akses terhadap benih berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Menurutnya, pemerintah tidak mengambil alih tanggung jawab petani dalam menyediakan benih, tetapi berperan memastikan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi secara lebih mudah.

Ketersediaan benih berkualitas dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan, terutama padi.

Hanan juga menekankan pentingnya penyediaan sarana produksi lainnya agar petani memiliki dukungan yang memadai selama menjalankan kegiatan pertanian.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan produksi padi tidak hanya bergantung pada benih dan pupuk, tetapi juga dipengaruhi kondisi lahan, ketersediaan air, serta faktor alam yang mendukung pertumbuhan tanaman.

Hanan Rozak Dorong Program Pertanian Berkelanjutan demi Swasembada Pangan

Hanan berharap berbagai program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dapat terus dilanjutkan untuk memastikan target swasembada pangan nasional tercapai secara berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi, penyediaan benih, dan penguatan sarana produksi merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kapasitas pertanian dalam negeri.

Ia menilai kebijakan pembangunan pertanian perlu dijalankan secara berkesinambungan agar hasil yang dicapai dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Peningkatan luas tanam menjadi salah satu sasaran yang diharapkan mampu mendorong produksi pangan nasional seiring membaiknya dukungan infrastruktur dan sarana pertanian.

Hanan juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam membiayai kebutuhan infrastruktur yang tidak dapat dipenuhi petani secara mandiri.

Melalui penguatan berbagai sektor pendukung tersebut, pemerintah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkokoh fondasi swasembada pangan Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026