HOME  ⁄  Nasional

Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Film, Musik, hingga Pelestarian Warisan Budaya Melayu

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Film, Musik, hingga Pelestarian Warisan Budaya Melayu
Foto: Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon dalam pertemuan strategis dengan Menteri Komunikasi Malaysia, Datuk Seri Ahmad Fahmi bin Mohamed Fadzil, di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta (sumber: Kementerian Kebudayaan)

Pantau - Pemerintah Indonesia dan Malaysia berupaya memperkuat kerja sama kebudayaan melalui pengembangan industri film dan musik, pelestarian warisan budaya Melayu, hingga penjajakan nominasi bersama warisan budaya takbenda untuk mendapatkan pengakuan internasional.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengatakan kedekatan sejarah, bahasa, tradisi, dan kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama bilateral yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Fadli dalam pertemuan strategis bersama Menteri Komunikasi Malaysia Datuk Seri Ahmad Fahmi bin Mohamed Fadzil di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, sebagaimana disampaikan melalui keterangan resmi yang diterima Rabu (21/10).

"Kita perlu menerjemahkan kedekatan tersebut ke dalam program nyata, baik melalui kolaborasi industri kreatif maupun upaya bersama dalam merawat dan memperkenalkan warisan budaya kepada dunia," kata Menbud Fadli Zon.

Fadli menegaskan bahwa hubungan kebudayaan kedua negara tidak boleh hanya berhenti pada kesamaan sejarah dan tradisi, tetapi perlu diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku industri kreatif.

Menurutnya, kebudayaan tidak hanya menjadi fondasi identitas bangsa, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai instrumen diplomasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi Indonesia dan Malaysia.

Indonesia dan Malaysia Jajaki Produksi Film Bersama

Salah satu sektor yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah industri perfilman yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi antara pelaku industri kreatif kedua negara.

Fadli mendorong penjajakan skema produksi bersama atau co-production dan produksi kolaboratif atau joint production untuk memperluas kesempatan sineas Indonesia dan Malaysia menghasilkan karya secara bersama-sama.

Menurut Fadli, Indonesia saat ini tengah membuka skema dukungan produksi film melalui dana abadi kebudayaan yang berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung proyek perfilman bersama.

Selain produksi film, kerja sama tersebut juga dapat diarahkan pada pengembangan talenta kreatif, penguatan ekosistem perfilman, serta perluasan akses distribusi karya ke pasar dan festival film internasional.

Fadli menilai industri film dan musik memiliki peran penting dalam mempererat hubungan kedua negara sekaligus memperkenalkan karya sineas dan musisi kepada masyarakat global.

"Industri film dan musik memiliki potensi besar untuk memperkuat hubungan kedua negara. Kita dapat membuka lebih banyak ruang bagi sineas dan musisi untuk berkarya lintas negara, sekaligus memperluas jangkauan karya Indonesia dan Malaysia agar dikenal oleh masyarakat lebih luas," tutur Menbud Fadli.

Melalui pengembangan kerja sama tersebut, pemerintah berharap pelaku industri kreatif kedua negara memiliki lebih banyak kesempatan untuk membangun jaringan produksi, distribusi, dan pemasaran karya di tingkat internasional.

Pelestarian Budaya Melayu hingga Digitalisasi Manuskrip Jadi Prioritas

Selain pengembangan industri kreatif, Indonesia dan Malaysia juga membahas penguatan kerja sama dalam pelestarian warisan budaya yang memiliki hubungan sejarah dan tradisi di kedua negara.

Fadli mengusulkan peningkatan kolaborasi dalam pelestarian kebudayaan Melayu sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah masyarakat Indonesia dan Malaysia.

Kerja sama tersebut dapat dilakukan melalui digitalisasi manuskrip bersejarah, dokumentasi tradisi lisan, serta pengembangan dan pelestarian aksara Jawi.

Digitalisasi manuskrip dinilai penting untuk menjaga dokumen dan peninggalan sejarah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan kebudayaan.

Sementara itu, dokumentasi tradisi lisan dan pelestarian aksara Jawi diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan pengetahuan serta ekspresi budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Indonesia dan Malaysia juga membahas peluang pengajuan nominasi bersama terhadap warisan budaya takbenda yang memiliki keterkaitan sejarah dan kebudayaan di kedua negara.

Peluang tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi antara kementerian dan lembaga terkait untuk menjajaki bentuk kerja sama yang memungkinkan dilaksanakan.

"Kita juga perlu memperkuat kerja sama dalam pelestarian warisan budaya yang kita miliki bersama. Peluang kolaborasi dapat dikembangkan melalui pertukaran delegasi budaya, digitalisasi manuskrip, serta penjajakan nominasi bersama agar warisan budaya kita semakin dikenal dan mendapat pengakuan di tingkat internasional," tambah Menbud Fadli.

Fadli menilai pertukaran delegasi budaya dan pengembangan dokumentasi sejarah dapat menjadi langkah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap warisan budaya kedua negara.

Festival Melayu dan Nusantara Didorong Jadi Ajang Kolaborasi Budaya

Fadli berharap penguatan hubungan kebudayaan Indonesia dan Malaysia tidak hanya berhenti pada pembicaraan atau penandatanganan nota kesepahaman.

Menurutnya, kerja sama tersebut harus diwujudkan melalui program dan kegiatan konkret yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

Salah satu kegiatan yang didorong adalah pengembangan festival kebudayaan Melayu atau Nusantara sebagai ruang untuk memperkenalkan kekayaan seni, tradisi, dan ekspresi budaya Indonesia serta Malaysia.

Festival tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran budaya sekaligus membuka kesempatan kolaborasi bagi seniman, musisi, sineas, dan pelaku industri kreatif.

Selain festival kebudayaan, Fadli juga mendorong penguatan kerja sama di bidang film dan musik serta pengembangan berbagai inisiatif kebudayaan lainnya.

"Dengan semangat kebersamaan, kita dapat memperkuat kolaborasi film dan musik, mengembangkan festival Melayu atau Nusantara, serta mendorong berbagai inisiatif kebudayaan yang bermanfaat bagi kedua negara," tutur Menbud Fadli.

Malaysia Dorong Pemanfaatan Teknologi Digital dan Penguatan Industri Kreatif

Sementara itu, Menteri Komunikasi Malaysia Datuk Seri Ahmad Fahmi bin Mohamed Fadzil menyambut baik peluang penguatan kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia.

Fahmi menilai kesamaan sejarah, warisan budaya, dan nilai-nilai masyarakat menjadi landasan penting untuk memperluas hubungan bilateral melalui berbagai bentuk kolaborasi baru.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya kedua negara kepada generasi muda secara lebih luas.

"Kita serumpun. Kita memiliki sejarah, warisan budaya, dan nilai-nilai yang sama. Ada banyak peluang untuk bekerja sama, tidak hanya melalui pertukaran antarmasyarakat, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang dapat kita kembangkan bersama," ujar Menteri Fahmi.

Fahmi menekankan bahwa kerja sama kebudayaan tidak hanya dapat dilakukan melalui pertukaran antarmasyarakat, tetapi juga melalui pengembangan program bersama yang melibatkan pemerintah, lembaga, dan pelaku industri kreatif.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat dukungan terhadap industri kreatif melalui penyediaan pembiayaan, peningkatan tata kelola, serta pengembangan sumber daya manusia dan talenta kreatif.

Menurut Fahmi, kerja sama antarlembaga pemerintah dan pelaku industri dapat membantu mengoptimalkan potensi sumber daya sekaligus memperluas jangkauan pasar bagi karya-karya yang dihasilkan.

Kolaborasi produksi dan pengembangan talenta lintas negara juga dinilai dapat membuka lebih banyak peluang usaha serta kesempatan berkarya bagi pelaku industri kreatif Indonesia dan Malaysia.

"Kita perlu melihat potensi talenta dan sumber daya yang kita miliki bersama. Dengan memperkuat kolaborasi dan produksi bersama, kita dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi pelaku industri kreatif serta membawa karya dari kedua negara menjangkau pasar yang lebih luas," kata Menteri Fahmi.

Melalui pertemuan tersebut, Indonesia dan Malaysia berupaya memperkuat kerja sama kebudayaan yang mencakup pengembangan industri kreatif, pemanfaatan teknologi digital, pelestarian warisan budaya, serta perluasan akses karya seni ke pasar internasional.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026