
Pantau - Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp31,8 triliun untuk membiayai sejumlah program bantuan sosial dan insentif ekonomi hingga akhir 2026, termasuk bantuan beras 10 kilogram, bantuan subsidi upah (BSU), serta program diskon Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas perekonomian nasional menjelang pergantian tahun.
Hal tersebut disampaikan Airlangga kepada awak media seusai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).
"Tadi kami sampaikan, plus program-program yang akan dilaksanakan, satu yang terkait dengan pembukaan rekening koran, yang kedua terkait dengan bantuan pangan yang 10 kilo untuk 3 bulan, yang ketiga bantuan subsidi upah," ujar Airlangga.
Airlangga menjelaskan bahwa sejumlah program tersebut telah masuk dalam rencana pemerintah untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan mempertahankan aktivitas konsumsi domestik hingga penghujung 2026.
Pemerintah Siapkan Bantuan Beras 10 Kilogram Selama Tiga Bulan
Salah satu program yang disiapkan pemerintah adalah bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram selama tiga bulan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan menjelang akhir tahun.
Program bantuan beras menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga kemampuan konsumsi masyarakat di tengah berbagai tantangan perekonomian.
Meski demikian, Airlangga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai jadwal penyaluran maupun jumlah keluarga penerima manfaat yang akan mendapatkan bantuan tersebut.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyiapkan program yang berkaitan dengan pembukaan rekening koran.
Airlangga menyebutkan program tersebut sebagai salah satu agenda yang akan dilaksanakan, tetapi belum merinci mekanisme, tujuan, maupun kelompok masyarakat yang menjadi sasarannya.
Bantuan Subsidi Upah untuk Pekerja Kembali Disiapkan
Pemerintah juga berencana melanjutkan penyaluran bantuan subsidi upah kepada kelompok pekerja yang memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan program.
Bantuan tersebut disiapkan untuk membantu menjaga daya beli pekerja di tengah tantangan dan ketidakpastian kondisi ekonomi.
Melalui program BSU, pemerintah berupaya memberikan dukungan kepada pekerja agar kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari tetap terjaga.
Namun, pemerintah belum mengumumkan besaran bantuan subsidi upah yang akan diterima setiap pekerja dalam program hingga akhir 2026.
Kriteria penerima, mekanisme pendaftaran, serta jadwal pencairan bantuan juga belum dijelaskan secara terperinci oleh Airlangga.
Kelanjutan program tersebut menjadi bagian dari rangkaian kebijakan pemerintah untuk menjaga konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional.
Diskon Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 Sudah Dipersiapkan
Selain bantuan beras dan subsidi upah, pemerintah turut menyiapkan berbagai program diskon selama periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Program diskon Nataru tersebut dirancang untuk membantu mengurangi pengeluaran masyarakat selama masa liburan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi pada akhir tahun.
Airlangga memastikan bahwa persiapan program diskon telah dilakukan bersamaan dengan penyediaan anggaran untuk sejumlah bantuan dan insentif pemerintah.
"Diskon Natal Tahun baru juga seluruhnya sudah disiapkan. Dananya sekitar Rp31,8 triliun," katanya.
Anggaran sekitar Rp31,8 triliun tersebut merupakan dana yang disiapkan untuk mendukung berbagai program pemerintah hingga akhir tahun, termasuk bantuan pangan, subsidi upah, dan insentif Nataru.
Meski demikian, Airlangga belum merinci pembagian anggaran untuk masing-masing program yang akan dilaksanakan.
Besaran dana khusus untuk bantuan beras, bantuan subsidi upah, serta diskon Natal dan Tahun Baru juga belum diumumkan.
Pemerintah berharap berbagai insentif tersebut dapat mendorong aktivitas konsumsi masyarakat selama periode libur akhir tahun.
Airlangga Laporkan Kondisi Ekonomi Nasional kepada Prabowo
Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Airlangga juga menyampaikan laporan mengenai perkembangan kondisi makroekonomi Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto.
Airlangga melaporkan bahwa kondisi makroekonomi nasional masih relatif kuat dengan mempertimbangkan sejumlah indikator utama perekonomian.
Indikator tersebut mencakup perkembangan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang menjadi perhatian pemerintah dalam menentukan arah kebijakan ekonomi nasional.
Menurut Airlangga, kondisi indikator makroekonomi tersebut masih mendukung pelaksanaan berbagai program bantuan dan insentif yang direncanakan hingga akhir 2026.
Pemerintah menilai keberlanjutan program bantuan sosial dan insentif ekonomi diperlukan untuk mempertahankan daya beli masyarakat menjelang pergantian tahun.
Penyaluran bantuan pangan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, sementara bantuan subsidi upah diarahkan untuk mendukung kemampuan konsumsi pekerja.
Di sisi lain, pemberian diskon selama periode Nataru diharapkan mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian perekonomian global.
Melalui alokasi anggaran sekitar Rp31,8 triliun, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pergerakan ekonomi nasional hingga akhir 2026.
- Penulis :
- Leon Weldrick




