HOME  ⁄  Sepakbola

I.League dan Klub Super League 2026/2027 Perketat Keamanan Pertandingan Usai Insiden Kekerasan Sepak Bola

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

I.League dan Klub Super League 2026/2027 Perketat Keamanan Pertandingan Usai Insiden Kekerasan Sepak Bola
Foto: Para pemangku kepentingan dari unsur pemerintah pusat, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), DPR RI, PSSI, I.League, dan manajemen klub berfoto bersama dalam pertemuan pemilik klub (Club Owners Meeting) BRI Super League 2026/2027 di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat 30/10/2026 (sumber: I.League)

Pantau - Operator kompetisi sepak bola Indonesia, I.League, bersama klub-klub peserta BRI Super League 2026/2027 berkomitmen memperketat keamanan pertandingan dan meningkatkan profesionalisme penyelenggaraan kompetisi menyusul sejumlah insiden kekerasan dalam sepak bola nasional.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan pemilik klub atau Club Owners Meeting BRI Super League 2026/2027 yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Berdasarkan keterangan resmi I.League yang diterima di Jakarta, Sabtu (31/10/2026), pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi antara operator kompetisi, pemilik klub, pemerintah, kepolisian, dan pengurus sepak bola nasional.

Pertemuan dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Hadir pula Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, Direktur Utama I.League Ferry Paulus, serta para pemilik klub peserta BRI Super League musim 2026/2027.

Pertemuan tersebut digelar menyusul sejumlah insiden kekerasan yang melibatkan pemain Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung serta bentrokan antarsuporter klub peserta Super League.

Rangkaian kejadian itu mendorong operator kompetisi dan seluruh klub memperkuat langkah pencegahan agar kekerasan tidak kembali mengganggu keamanan serta keberlangsungan pertandingan sepak bola nasional.

Kapolri Minta Klub Super League Aktif Cegah Kekerasan Suporter

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menekankan bahwa operator kompetisi dan klub memiliki tanggung jawab penting dalam mencegah potensi gangguan keamanan selama pertandingan berlangsung.

Menurut Kapolri, setiap klub memiliki pemahaman lebih mendalam mengenai karakteristik dan perilaku kelompok suporternya masing-masing.

Dengan pemahaman tersebut, klub diminta lebih aktif membangun komunikasi dengan kelompok pendukung, melakukan langkah pencegahan, serta memperkuat koordinasi bersama kepolisian.

Kapolri juga mengingatkan seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindakan anarkis, pelanggaran hukum, dan berbagai bentuk kriminalitas yang berkaitan dengan pertandingan sepak bola.

Operator kompetisi dan klub turut diminta mengantisipasi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan sepak bola sebagai sarana memicu konflik dan mengganggu ketertiban masyarakat.

Dalam pengamanan pertandingan, kepolisian menerapkan strategi berdasarkan pemetaan risiko, data, serta informasi intelijen.

Pendekatan tersebut dilakukan agar langkah pencegahan dan penanganan gangguan keamanan dapat disesuaikan dengan kondisi serta tingkat risiko masing-masing pertandingan.

Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan pertandingan tidak dapat hanya bergantung pada kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan nyata dari operator kompetisi dan seluruh klub peserta.

DPR Soroti Dampak Ekonomi Sepak Bola dan Pentingnya Persatuan Suporter

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyoroti besarnya pengaruh kompetisi sepak bola terhadap aktivitas perekonomian masyarakat di berbagai daerah.

Menurut Dasco, penyelenggaraan pertandingan memberikan dampak ekonomi bagi berbagai sektor, termasuk pelaku usaha dan kegiatan ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan sepak bola.

Besarnya pengaruh tersebut dinilai harus diimbangi dengan upaya menjaga persatuan dan mencegah konflik yang dapat mengganggu keberlangsungan kompetisi.

Dasco juga menekankan pentingnya keterlibatan klub dalam menjaga keamanan karena setiap klub dianggap paling memahami karakteristik kelompok suporternya sendiri.

Pemahaman terhadap perilaku suporter diharapkan dapat membantu klub mengambil langkah pencegahan yang lebih efektif untuk mengantisipasi potensi bentrokan dan gangguan ketertiban.

Melalui kerja sama antara klub, operator kompetisi, dan aparat keamanan, penyelenggaraan pertandingan diharapkan dapat berlangsung lebih tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

Erick Thohir Ingatkan Rivalitas Sepak Bola Tidak Boleh Memicu Perpecahan

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan apresiasi terhadap peningkatan profesionalisme dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional.

Erick juga mengapresiasi keberhasilan tim nasional Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai salah satu perkembangan positif sepak bola Indonesia.

Menurutnya, perkembangan tersebut harus terus dijaga melalui peningkatan profesionalisme dan penguatan kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

Erick menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi sarana pemersatu bangsa sekaligus ruang bagi masyarakat untuk saling menghargai perbedaan.

Rivalitas antarklub maupun antarsuporter tidak boleh berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat dan mencederai nilai-nilai olahraga.

Seluruh pihak yang terlibat dalam sepak bola nasional diingatkan untuk menjaga perkembangan positif tersebut dengan mengutamakan keamanan, ketertiban, dan semangat persatuan.

I.League dan Klub Sepakati Penguatan Regulasi serta Pengamanan Kompetisi

Direktur Utama I.League Ferry Paulus mengatakan perkembangan sepak bola Indonesia memiliki pengaruh luas terhadap kehidupan masyarakat, tidak hanya dalam bidang prestasi olahraga.

Menurut Ferry, sepak bola juga berperan dalam pembangunan karakter generasi muda, pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, serta pembentukan interaksi sosial di tengah masyarakat.

Ekosistem sepak bola yang sehat, aman, dan profesional dinilai dapat memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas nasional.

Oleh karena itu, I.League bersama klub-klub peserta BRI Super League 2026/2027 menegaskan komitmen untuk mematuhi seluruh ketentuan dan regulasi yang berlaku dalam penyelenggaraan kompetisi.

Komitmen tersebut mencakup peningkatan profesionalisme pengelolaan pertandingan, penguatan koordinasi keamanan, serta pencegahan tindakan kekerasan dan gangguan ketertiban.

Operator kompetisi dan klub juga bersepakat meningkatkan komunikasi dengan pemerintah, kepolisian, serta PSSI untuk memperkuat sistem pengamanan pertandingan.

Langkah tersebut diharapkan dapat melindungi pemain, suporter, perangkat pertandingan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional.

I.League menekankan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan pertandingan merupakan kewajiban bersama seluruh unsur dalam ekosistem sepak bola Indonesia.

Melalui hasil Club Owners Meeting tersebut, I.League dan klub-klub peserta BRI Super League 2026/2027 berharap kompetisi dapat berlangsung aman, tertib, dan profesional sekaligus terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta perkembangan olahraga nasional.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026