
Pantau - PSIM Yogyakarta berhasil mengakhiri catatan tujuh pertandingan tanpa kemenangan setelah menundukkan Borneo FC dengan skor 2-1 pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (1/11/2026).
Laskar Mataram meraih tiga poin pertamanya musim ini melalui gol Adrian Purzycki dan Savio Sheva setelah sempat tertinggal akibat gol Asgal Habib.
Kemenangan tersebut menjadi momentum kebangkitan PSIM setelah gagal meraih hasil maksimal dalam tujuh pertandingan sebelumnya.
Pertandingan berlangsung sengit sejak babak pertama dengan kedua tim saling melancarkan serangan dan menciptakan peluang berbahaya.
Borneo FC Unggul Lebih Dulu pada Babak Pertama
PSIM Yogyakarta berupaya mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan untuk mengakhiri rentetan hasil tanpa kemenangan.
Pada menit ke-31, Ezequiel Vidal melepaskan tendangan voli keras yang mengarah ke gawang Borneo FC.
Namun, penjaga gawang Borneo FC Kadú Monteiro berhasil menggagalkan peluang tersebut meskipun sempat mengalami cedera ringan pada tangannya akibat menahan bola.
Tidak lama setelah peluang tersebut, Borneo FC melancarkan serangan balik yang berhasil mengubah kedudukan.
Pemain bernomor punggung 26, Asgal Habib, sukses menjebol gawang PSIM yang dikawal Cahya Supriadi setelah menerima umpan terobosan dari lini tengah.
Gol tersebut membawa Borneo FC unggul sementara dengan skor 1-0.
Tertinggal satu gol, PSIM meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan.
Sekitar menit ke-35, Vidal kembali mendapatkan peluang melalui tendangan keras yang mengarah ke pojok gawang Borneo FC.
Akan tetapi, Kadú Monteiro kembali menunjukkan penyelamatan penting sehingga keunggulan tim tamu tetap bertahan.
Adrian Purzycki dan Savio Sheva Balikkan Keadaan
Memasuki babak kedua, PSIM melakukan sejumlah perubahan untuk meningkatkan daya serang.
Pelatih sementara PSIM Guntur Cahyo Utomo memasukkan Nermin Haljeta dan Andy Irfan guna menambah kekuatan lini depan.
Perubahan tersebut diikuti peningkatan tekanan PSIM terhadap pertahanan Borneo FC.
Upaya Laskar Mataram akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-56 melalui Adrian Purzycki.
Purzycki melepaskan tendangan langsung atau first time yang keras setelah menerima umpan dari Raka Cahyana.
Bola hasil tendangannya berhasil menembus gawang Borneo FC dan mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1.
Tidak berselang lama, PSIM kembali menciptakan peluang yang berujung gol kedua.
Gelandang Savio Sheva melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang mengarah ke pojok atas gawang Borneo FC.
Gol tersebut membawa PSIM berbalik unggul dengan skor 2-1.
Keunggulan Laskar Mataram bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Pelatih PSIM Sebut Kemenangan Sangat Emosional
Pelatih sementara PSIM Yogyakarta Guntur Cahyo Utomo mengapresiasi kerja keras para pemain yang berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal pada babak pertama.
Guntur juga menyebut dukungan dan doa suporter menjadi bagian penting dari keberhasilan tim meraih kemenangan.
Menurutnya, PSIM mampu mendominasi permainan selama sekitar 25 hingga 30 menit dan menciptakan banyak peluang.
"Ada banyak sekali peluang kita ciptakan, memang kita sangat dominan, cuman memang ada satu kejadian tiba-tiba setelah restart dan tiba-tiba gol terjadi," katanya dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Guntur menjelaskan bahwa para pemain terus berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan serangan hingga akhirnya mampu mencetak dua gol.
Ia mengakui pertandingan tersebut memiliki arti penting bagi PSIM yang sebelumnya belum mampu meraih kemenangan.
"Pertandingan yang menurut saya sangat emosional, karena ini adalah poin 3 pertama dan ini adalah start kami memulai ulang sebagai tim yang kompetitif di BRI Super League 2026-2027 mendatang," katanya.
Kemenangan atas Borneo FC menjadi hasil penting bagi PSIM Yogyakarta untuk memulai kembali persaingan di BRI Super League 2026/2027 setelah melalui tujuh pertandingan tanpa kemenangan.
- Penulis :
- Gerry Eka




