HOME  ⁄  Sepakbola

PSS Sleman Kalah 1-3 dari Garudayaksa FC, Peter Huistra Soroti Rapuhnya Pertahanan dan Tiga Kekalahan Beruntun

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

PSS Sleman Kalah 1-3 dari Garudayaksa FC, Peter Huistra Soroti Rapuhnya Pertahanan dan Tiga Kekalahan Beruntun
Foto: Wasit memberikan kartu merah kepada pesepak bola PSS Sleman Kevin Gomes usai melanggar pesepak bola Garudayaksa FC pada pertandingan Liga 1 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 1/11/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Pantau - Pelatih Kepala PSS Sleman, Peter Huistra, mengakui lini pertahanan timnya masih memiliki sejumlah kelemahan setelah menelan kekalahan 1-3 dari Garudayaksa FC pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/27 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (1/11/2026).

Kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif PSS Sleman menjadi tiga kekalahan beruntun sekaligus membuat tim berjuluk Super Elja itu terpuruk di zona degradasi klasemen sementara.

Peter Huistra mengaku kecewa dengan hasil pertandingan, terutama karena timnya kembali kebobolan melalui proses yang dinilai terlalu mudah.

“Pertandingan ini tentu mengecewakan untuk kami. Kami kebobolan dua gol dengan terlalu mudah. Dan cara kita membiarkan gol-gol tercipta di pertandingan akhir-akhir ini membuat segalanya menjadi sulit bagi tim kita sendiri,” kata Huistra, dikutip dari laman resmi I.League, Senin (2/11/2026).

Pelatih asal Belanda tersebut menilai kelemahan organisasi pertahanan menjadi salah satu persoalan utama yang harus segera diperbaiki agar PSS Sleman mampu kembali meraih hasil positif.

Garudayaksa FC Unggul Dua Gol dalam 18 Menit, PSS Sleman Kehilangan Satu Pemain

PSS Sleman menghadapi tekanan sejak awal pertandingan setelah Garudayaksa FC mampu mencetak dua gol ketika laga belum memasuki menit ke-20.

Tim tuan rumah membuka keunggulan melalui Brian Rubio pada menit ke-12 yang membawa Garudayaksa FC memimpin 1-0.

Enam menit berselang, Jayro Jean berhasil menggandakan keunggulan Garudayaksa FC pada menit ke-18 sehingga skor berubah menjadi 2-0.

Situasi PSS Sleman semakin sulit setelah Kevin Gomes menerima kartu merah pada menit ke-38.

Kartu merah tersebut memaksa Super Elja melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain dalam kondisi tertinggal dua gol.

Meski kalah jumlah pemain, PSS Sleman tetap berusaha memberikan perlawanan dan mencari peluang untuk memperkecil ketertinggalan.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui gol Gustavo Tocantins pada menit ke-71 yang mengubah kedudukan menjadi 2-1.

Namun, harapan PSS Sleman untuk menyamakan kedudukan kembali mendapat pukulan setelah Cleberson mencetak gol bunuh diri pada menit ke-76.

Gol tersebut membuat Garudayaksa FC kembali unggul dua gol sekaligus memastikan kemenangan tuan rumah dengan skor akhir 3-1.

Peter Huistra Akui Pertahanan PSS Sleman Bermasalah

Peter Huistra menegaskan bahwa organisasi pertahanan PSS Sleman masih jauh dari harapan setelah timnya kembali kebobolan tiga gol.

Menurutnya, kelemahan lini belakang menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani melalui evaluasi dan peningkatan kualitas permainan.

“Secara defensif, kita tidak cukup baik saat ini. Kita harus bekerja keras lagi untuk memperbaiki itu, kita harus terus bekerja keras untuk memperbaikinya,” ucap Huistra.

Catatan pertahanan PSS Sleman memang menunjukkan penurunan setelah tim tersebut kebobolan tujuh gol dalam tiga pertandingan terakhir.

Sebelum kalah dari Garudayaksa FC, Super Elja lebih dahulu menyerah dengan skor 1-2 saat menghadapi Persik Kediri.

PSS Sleman kemudian kembali menelan kekalahan dengan skor identik, yakni 1-2, ketika berhadapan dengan Borneo FC Samarinda.

Tiga kekalahan beruntun tersebut menjadi perhatian serius Huistra karena timnya belum mampu menunjukkan konsistensi dalam menjaga pertahanan.

Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa seluruh pemain harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki organisasi permainan, terutama ketika menghadapi serangan lawan.

Kartu Merah Kevin Gomes Dinilai Memengaruhi Jalannya Pertandingan

Selain menyoroti lemahnya pertahanan, Peter Huistra turut memberikan perhatian terhadap kartu merah yang diterima Kevin Gomes pada babak pertama.

Menurut Huistra, kehilangan satu pemain sejak menit ke-38 memberikan pengaruh besar terhadap jalannya pertandingan karena PSS Sleman harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.

Kondisi tersebut membuat upaya mengejar ketertinggalan semakin berat, terlebih Garudayaksa FC sudah unggul dua gol.

Meski demikian, Huistra menegaskan bahwa kartu merah tidak boleh dijadikan alasan utama atas kegagalan timnya meraih poin.

“Kartu merah yang didapat mengubah jalannya pertandingan. Hanya saja memang kami tidak boleh menjadikannya sebagai alasan. Yang pasti, ada banyak yang harus diperbaiki, khususnya untuk lini pertahanan,” dia menegaskan.

Huistra menilai evaluasi menyeluruh tetap diperlukan agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi dalam pertandingan berikutnya.

PSS Sleman Terpuruk di Zona Degradasi, Dua Laga Kandang Menanti

Rentetan tiga kekalahan beruntun membuat posisi PSS Sleman semakin sulit dalam persaingan klasemen sementara BRI Super League 2026/27.

Super Elja kini menempati peringkat ke-16 dengan koleksi empat poin sehingga berada di zona degradasi.

Posisi tersebut membuat PSS Sleman harus segera memperbaiki performa apabila ingin keluar dari papan bawah klasemen.

Setelah menghadapi Garudayaksa FC, PSS Sleman dijadwalkan menjalani dua pertandingan kandang secara beruntun dalam dua kompetisi berbeda.

Pertandingan pertama akan berlangsung pada Rabu (4/11/2026) ketika PSS Sleman menghadapi PSGC Ciamis dalam laga perdana I.League Cup.

Selanjutnya, Super Elja akan menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Minggu (8/11/2026) dalam pertandingan pekan kesembilan BRI Super League 2026/27.

Dua pertandingan kandang tersebut menjadi kesempatan bagi PSS Sleman untuk memperbaiki organisasi pertahanan sekaligus menghentikan rentetan hasil buruk.

Perbaikan lini belakang menjadi salah satu pekerjaan utama Peter Huistra menjelang pertandingan berikutnya agar PSS Sleman mampu kembali meraih kemenangan dan memperbaiki posisi di klasemen.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026