Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Apple Diprediksi Gunakan Kamera 200 MP di iPhone 21, Produksi Sensor Akan Libatkan Samsung

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Apple Diprediksi Gunakan Kamera 200 MP di iPhone 21, Produksi Sensor Akan Libatkan Samsung
Foto: (Sumber: Salah satu staf Digimap menunjukkan fitur iPhone 17 kepada pengunjung di gerai Digimap, Grand Indonesia, Jumat (17/10/2025). ANTARA/Farika Khotimah.)

Pantau - Apple dikabarkan akan mengadopsi kamera 200 megapiksel untuk iPhone 21 yang direncanakan rilis pada tahun 2028, berdasarkan riset dari Morgan Stanley yang dilansir oleh Apple Insider.

Samsung Berpeluang Jadi Pemasok Sensor Kamera iPhone 21

Langkah Apple ini dinilai sebagai bagian dari strategi diversifikasi rantai pasok, agar tidak bergantung pada satu pemasok tunggal.

Selain itu, Apple juga mendorong peningkatan produksi komponen di Amerika Serikat, termasuk potensi produksi sensor kamera CMOS 200 MP oleh Samsung di fasilitas mereka di Austin, Texas.

Menurut laporan tersebut, Apple mempertimbangkan Samsung karena pesaing utamanya, Sony, dinilai belum mampu bersaing dalam pengembangan sensor beresolusi tinggi sekelas 200 MP.

Penerapan kamera 200 MP akan menandai lompatan besar dalam kemampuan fotografi iPhone, terutama di sektor detail gambar dan performa dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Apple Diversifikasi Pemasok Komponen Lain, Face ID Under-Display Direncanakan Tiba 2027

Tidak hanya untuk kamera utama, Apple juga disebut menjajaki pemasok alternatif untuk komponen penting lainnya.

Untuk sensor LiDAR, yang selama ini dipasok oleh Sony, Apple dikabarkan mulai menjajaki kerja sama dengan STMicro sebagai opsi cadangan.

Namun untuk Face ID, Apple belum memiliki rencana mengganti pemasok dan masih akan menggunakan produk dari LITE.

Meski demikian, Morgan Stanley memprediksi Apple akan memperkenalkan Face ID under-display pada tahun 2027, bertepatan dengan peringatan 20 tahun peluncuran iPhone pertama.

Apple Fokus Jaga Pasokan dan Tekan Biaya, Tanpa Naikkan Harga iPhone

Diversifikasi pemasok ini dinilai akan membantu Apple menjaga stabilitas pasokan global serta mengurangi risiko gangguan produksi.

Morgan Stanley memperkirakan Apple tidak akan menaikkan harga jual iPhone meski terjadi kenaikan biaya komponen.

Sebaliknya, Apple diprediksi akan menyerap biaya tambahan sambil meningkatkan nilai jual melalui penambahan fitur atau kapasitas, seperti yang dilakukan saat meluncurkan iPhone 17, di mana harga tetap tetapi penyimpanan ditingkatkan.

Strategi ini memungkinkan Apple tetap kompetitif di pasar premium sambil menjaga margin keuntungan dan kepuasan konsumen.

Penulis :
Ahmad Yusuf