HOME  ⁄  Teknologi & Sains

ULM Gandeng Pueblo Science Perkuat Pembelajaran Robotika dan STEM

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

ULM Gandeng Pueblo Science Perkuat Pembelajaran Robotika dan STEM
Foto: (Sumber: Instruktur Pueblo Science saat praktik perakitan robot sederhana untuk pembelajaran bagi peserta didik. ANTARA/Firman.)

Pantau - Universitas Lambung Mangkurat atau ULM bekerja sama dengan Pueblo Science untuk memperkuat pembelajaran pemrograman melalui implementasi robotika.

Pueblo Science merupakan organisasi nirlaba internasional asal Kanada yang didirikan oleh para ilmuwan dan insinyur untuk memajukan pendidikan sains.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pelatihan penguatan kapasitas mahasiswa calon pendidik IPA dan guru sekolah dalam merancang pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning.

“Kerja sama ini dalam bentuk pelatihan penguatan kapasitas mahasiswa calon pendidik IPA dan guru di sekolah dalam merancang pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning,” kata Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau FKIP ULM Deasy Arisanty.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam dan Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer FKIP ULM serta perwakilan guru dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan dikenalkan pada pembelajaran robotika.

Program tersebut menjadi respons terhadap tuntutan Kurikulum 2026 dan kebutuhan penguasaan keterampilan Science Technology Engineering Mathematic atau STEM bagi peserta didik.

Instruktur dari Pueblo Science yang terlibat dalam pelatihan antara lain Mayrose Salvador, Martin Labrecque, Matthew Jabile, Jacqueline Brillantes, dan Laura Roa.

Deasy mengatakan selama ini masih terjadi kesenjangan kualitas pendidikan, terutama pada sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas, sumber daya, dan akses laboratorium lengkap.

“Selama ini terjadi kesenjangan kualitas pendidikan, terutama pada sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas, sumber daya, dan akses terhadap laboratorium lengkap,” ujar Deasy.

Melalui kerja sama dengan Pueblo Science, pelatihan tersebut berupaya menghadirkan model pendidikan portabel yang adaptif, mudah direplikasi, dan dapat diterapkan di berbagai konteks pembelajaran.

Ketua Panitia Penyelenggara Rizky Pamuji mengatakan guru dan calon guru di era kurikulum coding diharapkan menguasai STEM dan berpikir komputasional.

“Kami mempersiapkan tenaga pendidik masa depan untuk memenuhi tuntutan tersebut dan berharap kegiatan ini terus tumbuh dan semakin meningkatkan kesiapan siswa kami untuk masa depan,” kata Rizky Pamuji.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui praktik langsung dan pendampingan intensif.

Peserta dibekali keterampilan dalam merancang serta menyediakan alat pembelajaran STEM yang kontekstual dan aplikatif.

Materi pelatihan mencakup perakitan robot sederhana, pemrograman dasar, integrasi sensor, dan strategi penerapan robotika dalam pembelajaran IPA.

Penulis :
Gerry Eka