
Pantau - Peneliti dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura mengembangkan sel surya ultra-tipis berbahan perovskit transparan yang berpotensi mengubah jendela gedung, kendaraan, hingga perangkat pintar menjadi sumber energi dari sinar matahari.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ACS Energy Letters dan disebut mampu menghasilkan energi berkelanjutan tanpa mengganggu tampilan kaca karena bersifat transparan dan tanpa warna.
Gunakan Teknologi Vakum untuk Ciptakan Sel Surya Tipis
Tim peneliti yang dipimpin Associate Professor Annalisa Bruno menggunakan teknologi penguapan termal berbasis vakum untuk menciptakan lapisan mikroskopis perovskit secara presisi.
Dibandingkan panel surya konvensional, sel surya baru ini diklaim jauh lebih tipis namun tetap memiliki efisiensi konversi daya yang tinggi.
Perovskit dipilih karena memiliki kemampuan menyerap cahaya yang sangat baik sehingga dinilai cocok digunakan dalam pengembangan panel surya generasi baru.
Berpotensi Dipasang di Gedung dan Kendaraan
Keunggulan utama teknologi tersebut terletak pada desainnya yang transparan sehingga dapat diaplikasikan pada permukaan kaca tanpa mengubah tampilan bangunan.
Peneliti menilai inovasi ini berpotensi membantu pengurangan konsumsi energi global mengingat bangunan saat ini menyumbang sekitar 40 persen penggunaan energi dunia.
Selain diaplikasikan pada gedung, teknologi sel surya transparan itu juga disebut dapat digunakan pada jendela kendaraan, atap kaca, hingga kacamata pintar untuk menghasilkan daya bagi perangkat elektronik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





