
Pantau - Meta dikabarkan tengah mengembangkan perangkat wearable baru berupa liontin berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dijadwalkan mulai diuji pada 2027.
Informasi tersebut terungkap dari memo internal perusahaan yang dilihat oleh The Information.
Proyek liontin AI itu diduga merupakan kelanjutan dari akuisisi perusahaan rintisan AI, Limitless, yang dilakukan Meta pada akhir 2025.
Sebelum diakuisisi, Limitless mengembangkan liontin AI yang dapat dipasang pada pakaian atau dikenakan sebagai kalung serta memiliki kemampuan merekam percakapan pengguna.
Saat mengumumkan akuisisi tersebut, Meta menyatakan bahwa langkah itu akan mempercepat pengembangan perangkat wearable berbasis AI.
Hingga kini, Meta belum memberikan keterangan resmi terkait proyek liontin AI yang dilaporkan sedang dikembangkan tersebut.
Berasal dari Teknologi Limitless
Pengembangan liontin AI disebut menjadi bagian dari strategi Meta untuk memperluas portofolio perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan.
Teknologi yang dikembangkan Limitless sebelumnya dinilai menjadi fondasi penting bagi pengembangan perangkat baru tersebut.
Perangkat itu dirancang agar dapat digunakan secara praktis dengan cara dikenakan sebagai kalung atau dipasang pada pakaian pengguna.
Kemampuan merekam percakapan menjadi salah satu fitur utama yang sebelumnya diperkenalkan oleh Limitless sebelum perusahaan itu bergabung dengan Meta.
Meta Perluas Ekosistem Wearable AI
Selain liontin AI, Meta juga disebut tengah menyiapkan sejumlah proyek lain yang berfokus pada pengembangan perangkat berbasis AI.
Perusahaan berencana memperluas lini kacamata pintar berbasis AI yang saat ini menjadi salah satu produk unggulannya di sektor wearable.
Meta juga dilaporkan akan meluncurkan layanan berlangganan bisnis bernama "Wearables for Work".
Strategi tersebut menunjukkan keseriusan Meta dalam membangun ekosistem perangkat wearable berbasis AI yang lebih luas.
Salah satu tujuan dari pengembangan berbagai perangkat baru itu adalah meningkatkan kinerja Reality Labs.
Reality Labs merupakan divisi Meta yang berfokus pada perangkat keras, teknologi virtual reality, augmented reality, dan perangkat wearable.
Menurut laporan, divisi tersebut mencatat kerugian sekitar 4 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2026.
Persaingan Perangkat AI Semakin Ketat
Laporan tersebut juga menyoroti tren industri teknologi yang semakin mengarah pada pengembangan perangkat wearable berbasis AI.
Sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Apple, disebut turut mengembangkan perangkat serupa untuk memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Persaingan di sektor wearable AI diperkirakan akan semakin ketat seiring meningkatnya minat perusahaan teknologi menghadirkan perangkat yang dapat terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari pengguna.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Gerry Eka





