
Pantau - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) melaporkan progres pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai 19,35 persen dan melampaui target rencana sebesar 18,29 persen dengan deviasi positif sekitar +1,6 persen.
Progres Pekerjaan
Corporate Secretary WIKA Ngatemin menyampaikan bahwa pekerjaan dilakukan secara paralel di berbagai segmen konstruksi di kawasan tersebut.
Pekerjaan geotekstil terus dikerjakan untuk memperkuat struktur tanah di area proyek.
Timbunan tanah dilakukan secara bertahap guna menyesuaikan desain elevasi jalan.
Struktur Multi Utility Tunnel (MUT) dibangun untuk mendukung penempatan utilitas terpadu di kawasan tersebut.
Pekerjaan box culvert dilaksanakan untuk memastikan sistem aliran air dan drainase berjalan optimal.
Pembangunan jembatan dilakukan sebagai bagian dari konektivitas antarsegmen jalan di kawasan yudikatif.
Rigid pavement atau perkerasan kaku diterapkan untuk meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban lalu lintas.
Pekerjaan saluran drainase dikerjakan untuk mengantisipasi potensi genangan air di kawasan proyek.
Inovasi Teknologi dan Tantangan Proyek
WIKA menerapkan Total Station Robotik untuk meningkatkan akurasi pengukuran konstruksi di lapangan.
Drone Photogrammetry digunakan untuk mempercepat proses pengumpulan data dan pemetaan progres pekerjaan.
Metode Sliding Formwork diterapkan dalam pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) untuk efisiensi pelaksanaan.
Sistem Cooling Pipe digunakan pada pengecoran pile cap guna mengendalikan suhu beton dan mencegah retak struktur.
Teknologi Load Scanner dimanfaatkan untuk pemantauan digital volume material masuk dan keluar proyek.
Proyek ini berlokasi di kawasan Ibu Kota Nusantara dan bertujuan memperkuat konektivitas serta integrasi fungsi kawasan yudikatif.
Pekerjaan dilakukan untuk mendukung konektivitas kawasan pemerintahan di IKN dan meningkatkan efisiensi infrastruktur.
WIKA menyatakan komitmen menjaga kualitas pekerjaan, produktivitas, dan ketepatan waktu pelaksanaan proyek.
Proyek ditargetkan selesai pada 31 Desember 2027 sesuai rencana pembangunan yang telah ditetapkan.
Tantangan utama proyek saat ini adalah kenaikan harga material konstruksi akibat kondisi geopolitik global.
Kenaikan tersebut berdampak pada biaya material, logistik, dan jasa subkontraktor di lapangan.
WIKA melakukan strategi mitigasi melalui optimalisasi perencanaan proyek dan pengendalian biaya secara ketat.
Efisiensi pelaksanaan pekerjaan diterapkan untuk menjaga ketepatan waktu penyelesaian proyek hingga target akhir.
- Penulis :
- Shila Glorya





