
Pantau - Polri menggelar Training of Trainers (ToT) Program Paham Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026), sebagai langkah memperkuat literasi digital pelajar sekaligus menyiapkan trainer yang akan mengedukasi pemanfaatan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab dengan target menjangkau hingga 10 juta pelajar secara bertahap.
Polri Siapkan Trainer untuk Edukasi AI
Karo Tekkom Divisi TIK Polri Brigjen Pol. Indarto mengatakan edukasi AI penting dilakukan karena pelajar saat ini telah menggunakan teknologi tersebut secara mandiri.
Menurut Indarto, penggunaan AI tanpa pemahaman yang memadai dapat membuka peluang terjadinya tindak kejahatan.
"Adik-adik itu berpotensi untuk menjadi korban kejahatan di bidang AI, berpotensi juga menjadi pelaku. Untuk itu kita cegah, kita mitigasi dengan cara seperti ini," ungkap Indarto.
Kegiatan ToT tersebut diikuti oleh 65 peserta.
Sebanyak 55 peserta merupakan personel calon trainer yang berasal dari 11 Polda pilot project.
Sebanyak 10 peserta lainnya merupakan master trainer dari Polda Jawa Tengah.
Trainer yang telah mengikuti ToT akan memberikan edukasi kepada pelajar SMA, SMK, dan sederajat.
Materi yang diberikan kepada pelajar meliputi pemanfaatan AI, etika digital, keamanan siber, serta pencegahan risiko kejahatan berbasis AI.
Kolaborasi dengan Kemendikdasmen
Polri menargetkan Program Paham AI mampu menjangkau hingga 10 juta pelajar melalui pelaksanaan program secara bertahap.
Untuk mencapai target tersebut, Polri akan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
"Kita tidak bergerak sendiri. Kita bermitra dengan Kementerian Pendidikan. Tidak mungkin polisi akan dapat jalan sendiri, kita bermitra sama-sama," ujar Indarto.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menyampaikan kolaborasi tersebut penting untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek AI, tetapi juga memiliki karakter dan memahami etika dalam pemanfaatan teknologi.
"Acara hari ini merupakan salah satu bagian penting bagaimana kita menyiapkan generasi muda yang berkarakter, kemudian melek kecerdasan artifisial, dan yang tidak kalah penting bagaimana memanfaatkannya dengan berstandar etik," ungkap Tatang Muttaqin.
- Penulis :
- Shila Glorya





