HOME  ⁄  Nasional

Musala dan Lapangan Jadi Ruang Belajar Sementara Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Musala dan Lapangan Jadi Ruang Belajar Sementara Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi
Foto: (Sumber :Aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sementara masih menggunakan lapangan dan musala, Jakarta, Selasa (21/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri..)

Pantau - Musala dan lapangan untuk sementara dijadikan lokasi kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, setelah sebagian bangunan sekolah roboh dan belum direnovasi.

Orang tua siswa, Evi Afrida, mengatakan kegiatan belajar pada siang hari dalam beberapa kesempatan dilakukan di lapangan dan musala sekolah.

Orang Tua Pertanyakan Lambatnya Renovasi

Evi mengungkapkan sebelum bangunan roboh tidak ada kecurigaan dari orang tua karena sekolah hanya menjalani perbaikan ringan.

Ia mengungkapkan, "Enggak ada, karena bangunan lama. Enggak ada curiga, cuman ada perbaikan-perbaikan kecil aja sih. Belum renovasi total. Terakhir kan renov cuman genteng sama pake baja ringan."

Ia berharap para siswa dapat kembali belajar dengan nyaman dan meminta pemerintah segera merealisasikan renovasi sekolah.

Evi mengungkapkan, "Lama banget, padahal sekolahnya ini roboh bukannya renovasi lagi. Ini benar-benar roboh, nggak layak banget. Miris lihatnya."

Bangunan Roboh Sejak November 2024

SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi roboh saat hujan deras pada 27 November 2024 ketika pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta.

Peristiwa tersebut mengakibatkan empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) terdampak.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sejak bangunan roboh, orang tua siswa terus meminta kepastian terkait pembangunan kembali sekolah.

Mereka berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera membangun kembali sekolah agar proses belajar mengajar berlangsung dengan aman dan nyaman serta kegiatan mengaji yang sempat tertunda dapat kembali berjalan.

Penulis :
Ahmad Yusuf