HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Buka Pendaftaran Program Magang Nasional 2026, Sediakan Kuota 50.000 Peserta untuk Tingkatkan Kompetensi Generasi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Buka Pendaftaran Program Magang Nasional 2026, Sediakan Kuota 50.000 Peserta untuk Tingkatkan Kompetensi Generasi
Foto: Kepala Badan Komunikasi (Ka Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari memberikan informasi terbaru mengenai program-program strategis pemerintah dalam tayangan video yang diakses dari Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta, Selasa 21/7/2026 (sumber: Badan Komunikasi Pemerintah)

Pantau - Pemerintah membuka pendaftaran Program Magang Nasional pada 15 hingga 28 Juli 2026 dengan kuota 50.000 peserta sebagai bagian dari komitmen pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Muhammad Qodari selaku Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyatakan pembangunan SDM menjadi salah satu pilar utama dalam visi Indonesia Emas 2045.

Pemerintah terus meningkatkan investasi pada sektor pendidikan, kesehatan, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia mengungkapkan, "Sebagai salah satu wujud komitmen tersebut, pemerintah membuka pendaftaran program magang nasional pada tanggal 15 hingga 28 Juli 2026 dengan kuota sebanyak 50.000 peserta dari target 150.000 peserta sepanjang tahun 2026 ini."

Program Dirancang Tingkatkan Kompetensi dan Pengalaman Kerja

Target peserta Program Magang Nasional sepanjang 2026 mencapai 150.000 orang, meningkat dibandingkan pelaksanaan pada 2025 yang melibatkan 102.696 peserta.

Program Magang Nasional dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Muhammad Qodari menegaskan, "Program magang nasional memang dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri."

Lulusan perguruan tinggi memiliki kesempatan mengikuti Program Magang Nasional dengan durasi magang selama enam bulan.

Peserta menerima uang saku dengan besaran setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta juga mendapatkan kesempatan membangun jejaring profesional, memperluas wawasan mengenai dunia kerja, serta meningkatkan peluang direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Evaluasi Tunjukkan Tingkat Kepuasan Peserta dan Mentor Tinggi

Evaluasi Program Magang Nasional gelombang pertama dan kedua pada tahun lalu melibatkan 65.245 peserta dan 7.217 mentor.

Lebih dari 84 persen peserta menyatakan puas atau sangat puas terhadap Program Magang Nasional.

Sekitar 84 persen mentor dan perusahaan juga menyatakan puas atau sangat puas terhadap kemampuan peserta dalam belajar dan menyerap pengetahuan selama pemagangan.

Hampir 98,5 persen peserta dinilai mengalami peningkatan kompetensi teknis secara signifikan maupun cukup meningkat.

Lebih dari 97 persen peserta menyatakan uang saku yang diterima setidaknya cukup membantu kondisi ekonomi mereka atau keluarganya.

Sekitar 30 persen peserta memperoleh penawaran pekerjaan setelah mengikuti Program Magang Nasional.

Muhammad Qodari menegaskan pemerintah tidak hanya berupaya membuka lapangan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing yang semakin kuat untuk menghadapi persaingan global.

Ia mengatakan, “Dengan demikian, Generasi Muda Indonesia diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, tetapi juga lebih siap memasuki dunia kerja dengan percaya diri.”

Penulis :
Arian Mesa