HOME  ⁄  Nasional

Orang Tua Siswa Ungkap Kronologi Robohnya SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi saat Libur Pilkada

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Orang Tua Siswa Ungkap Kronologi Robohnya SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi saat Libur Pilkada
Foto: (Sumber :Orang tua siswa memberikan kesaksian soal robohnya SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri..)

Pantau - Orang tua siswa mengungkapkan kesaksian mengenai robohnya SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang terjadi saat libur Pilkada DKI Jakarta pada 27 November 2024 dan hingga kini belum mendapat kepastian penanganan.

Salah satu orang tua siswa, Evi Afrida, mengungkapkan, "Awalnya ya itu kejadian kan pas libur Pilkada. Jadi nggak ada yang tahu, penjaga sekolah pun nggak ada yang tahu. Warga sekitar aja yang tahu awalnya itu pagi hari sekitar jam 06.30 WIB. Nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba roboh."

Evi Afrida mengatakan hujan deras sempat turun pada sore hari sebelum bangunan sekolah perlahan roboh, namun peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Orang Tua Minta Kepastian Perbaikan

Evi Afrida mengatakan para orang tua telah meminta kejelasan kepada pihak sekolah terkait tindak lanjut perbaikan bangunan yang roboh.

Ia mengungkapkan, "Ya dari sekolah sih sudah menindaklanjuti, lapor ke Dinas sudah, sudah lapor itu. Cuman memang sampai saat ini belum ada kepastian tindak lanjut."

Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera membantu membangun kembali sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Evi Afrida mengungkapkan, "Karena kan sekarang masuknya siang, jadi anak-anak yang tadinya ngaji sekarang jarang yang ngaji. Sudah dua tahun tidak ngaji lagi gitu."

Bangunan Roboh Belum Diperbaiki

Empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi telah roboh sejak 2024 atau selama dua tahun.

Berdasarkan pantauan di lokasi, area sekolah tampak sepi tanpa aktivitas belajar mengajar, sementara puing atap, tiang penyangga, lemari, meja, dan bangku masih terlihat tertimbun di bagian bangunan yang roboh.

Penulis :
Ahmad Yusuf