HOME  ⁄  Nasional

Target Program Magang Nasional 2026 Naik Menjadi 150.000 Peserta, Pemerintah Perkuat SDM

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Target Program Magang Nasional 2026 Naik Menjadi 150.000 Peserta, Pemerintah Perkuat SDM
Foto: (Sumber :Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam Konferensi Pers di Kantor Bakom RI, di Jakarta, Kamis (2/7/2026). (ANTARA/HO-Badan Komunikasi Pemerintah RI).)

Pantau - Pemerintah menargetkan 150.000 peserta mengikuti Program Magang Nasional sepanjang 2026, meningkat dari 102.696 peserta pada 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan target tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kompetensi generasi muda.

Ia mengungkapkan, "Target peserta program magang nasional tahun ini yang mencapai 150.000 peserta mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sebagai pembanding, program magang nasional tahun 2025 melibatkan 102.696 peserta."

Pendaftaran Dibuka dengan Kuota 50.000 Peserta

Pemerintah membuka pendaftaran Program Magang Nasional tahap pertama pada 15 hingga 28 Juli 2026 dengan kuota sebanyak 50.000 peserta.

Program tersebut memberikan kesempatan kepada lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti magang selama enam bulan.

Peserta akan menerima uang saku setara upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kabupaten/kota (UMK).

Qodari mengungkapkan, "Program magang nasional memang dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri."

Evaluasi Tunjukkan Dampak Positif Program

Pemerintah menyebut evaluasi Program Magang Nasional gelombang pertama dan kedua pada 2025 menunjukkan hampir 98,5 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis.

Lebih dari 84 persen peserta menyatakan puas atau sangat puas terhadap pelaksanaan program tersebut.

Sekitar 84 persen mentor dan perusahaan juga memberikan penilaian positif terhadap kemampuan peserta dalam menyerap pengetahuan selama magang.

Dari sisi ekonomi, lebih dari 97 persen peserta menyatakan uang saku yang diterima membantu kondisi ekonomi mereka atau keluarganya.

Sebanyak 30 persen peserta juga memperoleh penawaran pekerjaan setelah menyelesaikan program magang.

Qodari mengungkapkan, "Bagi pemerintah, pembangunan sumber daya manusia merupakan strategi utama untuk memenangkan persaingan global. Karena itu, pemerintah tidak hanya berupaya membuka lapangan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing yang semakin kuat."

Penulis :
Aditya Yohan