
Pantau - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyatakan Program Magang Nasional berhasil meningkatkan kompetensi teknis 98,5 persen peserta berdasarkan evaluasi pelaksanaan gelombang pertama dan kedua sepanjang 2025.
Evaluasi tersebut melibatkan 65.245 peserta dan 7.217 mentor dari pusat penyelenggara.
Qodari mengungkapkan, "Dari sisi kompetensi, hampir 98,5 persen peserta dinilai mengalami peningkatan kompetensi teknis baik secara signifikan meningkat maupun cukup meningkat."
Tingkat Kepuasan Peserta dan Peluang Kerja Meningkat
Hasil evaluasi juga menunjukkan lebih dari 84 persen peserta menyatakan puas atau sangat puas terhadap pelaksanaan Program Magang Nasional.
Sekitar 84 persen mentor dan perusahaan juga menyatakan puas atau sangat puas terhadap kemampuan peserta dalam belajar dan menyerap pengetahuan selama mengikuti pemagangan.
Qodari mengatakan, "Program magang nasional memang dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri."
Berdasarkan evaluasi pemerintah, sekitar 30 persen peserta memperoleh penawaran pekerjaan setelah menyelesaikan program magang.
Lebih dari 97 persen peserta juga menyatakan uang saku yang diterima setidaknya cukup membantu kondisi ekonomi mereka atau keluarganya.
Pemerintah Buka Pendaftaran Gelombang 2026
Qodari menilai pembangunan sumber daya manusia menjadi strategi utama untuk meningkatkan daya saing Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ia mengungkapkan, "Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, baik melalui pendidikan, kesehatan maupun penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi."
Pemerintah membuka pendaftaran Program Magang Nasional pada 15 hingga 28 Juli 2026 dengan kuota awal 50.000 peserta dari target 150.000 peserta sepanjang tahun.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti magang selama enam bulan dengan uang saku setara upah minimum provinsi atau upah minimum kabupaten/kota.
Qodari mengatakan, "Dengan demikian, generasi muda Indonesia diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, tetapi juga lebih siap memasuki dunia kerja dengan percaya diri."
- Penulis :
- Aditya Yohan





