HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Jepang Terapkan Sistem AI Pencegah Bunuh Diri di Stasiun dan Gedung, Dua Nyawa Berhasil Diselamatkan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jepang Terapkan Sistem AI Pencegah Bunuh Diri di Stasiun dan Gedung, Dua Nyawa Berhasil Diselamatkan
Foto: (Sumber : Ilustrasi buatan AI tentang peron stasiun kereta yang dilengkapi kamera pengawas. (ChatGPT/antons).)

Pantau - Sekitar 40 stasiun kereta dan gedung komersial di Jepang telah menerapkan sistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi potensi aksi bunuh diri, dengan sedikitnya dua orang dilaporkan berhasil diselamatkan melalui teknologi tersebut.

Sistem itu dikembangkan oleh perusahaan teknologi Asilla Inc. yang berbasis di Tokyo dengan memanfaatkan analisis perilaku dari rekaman kamera pengawas.

Teknologi tersebut dirancang untuk mengidentifikasi tanda-tanda seseorang yang berisiko melakukan bunuh diri, termasuk perilaku mondar-mandir atau berlama-lama di area berbahaya seperti tepi peron stasiun maupun atap gedung.

AI Kirim Peringatan ke Petugas Keamanan

Ketika mendeteksi perilaku yang dianggap berisiko, sistem akan mengirimkan peringatan kepada petugas keamanan dan staf stasiun untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam beberapa kasus, peringatan juga disampaikan melalui pengeras suara guna mencegah tindakan yang membahayakan.

Salah satu kasus yang berhasil dicegah terjadi di sebuah fasilitas komersial ketika sistem mendeteksi seorang pria berada di area yang tidak dapat diakses pengunjung.

Setelah dihampiri petugas keamanan, pria tersebut mengaku berniat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat.

Kasus lainnya melibatkan seorang anak yang terlihat berada cukup lama di dekat pagar pembatas lantai atas sebuah gedung.

Petugas keamanan kemudian menemukan anak tersebut sedang menulis surat wasiat bunuh diri.

Dilatih dengan Jutaan Rekaman Kamera Pengawas

Sejak 2022, Asilla bekerja sama dengan sekitar 200 fasilitas komersial dan berbagai organisasi untuk melatih sistem AI menggunakan sekitar 7 juta rekaman kamera pengawas.

Melalui proses tersebut, sistem tidak hanya mampu mengenali indikasi bunuh diri, tetapi juga mendeteksi kondisi darurat lainnya.

Teknologi itu dapat mengidentifikasi seseorang yang jatuh sakit, tidak bergerak dalam waktu lama, hingga aksi kekerasan yang memerlukan penanganan cepat.

Menurut Asilla, saat ini sistem AI tersebut telah diterapkan di sekitar 30 fasilitas komersial dan 10 stasiun yang berada di Tokyo serta Prefektur Kanagawa.

Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari upaya Jepang dalam memperkuat sistem pencegahan bunuh diri dan meningkatkan respons terhadap situasi darurat di ruang publik.

Penulis :
Ahmad Yusuf