HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Pengembangan AI di Indonesia Dinilai Harus Berorientasi pada Manfaat Nyata dan Penguatan Talenta Nasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pengembangan AI di Indonesia Dinilai Harus Berorientasi pada Manfaat Nyata dan Penguatan Talenta Nasional
Foto: Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria (sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital)

Pantau - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) di Indonesia harus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional melalui transfer teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung transformasi digital serta pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Pengembangan AI Difokuskan untuk Mendorong Pertumbuhan Nasional

Nezar menilai sinergi antara talenta lokal dan keahlian global menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi digital Indonesia sekaligus mendukung target menjadi negara maju pada 2045.

Ia mengungkapkan, “Kolaborasi ini sangat penting, pertama, untuk infrastruktur transfer teknologi, kedua, untuk peningkatan kapasitas, dan ketiga, untuk kemajuan berkelanjutan.”

Menurut Nezar, Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen sehingga transformasi digital dan infrastruktur teknologi yang maju perlu dimanfaatkan sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Ia menekankan bahwa AI harus digunakan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi baru dengan memanfaatkan bonus demografi, perkembangan ekonomi digital, dan komitmen pembangunan jangka panjang yang dimiliki Indonesia.

Nezar menyampaikan, “Dengan dividen demografis yang kuat, ekonomi digital yang dinamis dan berkembang, serta komitmen yang teguh terhadap pembangunan jangka panjang, kita bukan hanya pasar, tetapi juga pusat inovasi, talenta, dan investasi strategis.”

AI Center of Excellence Diharapkan Perkuat Daya Saing Indonesia

Nezar menegaskan bahwa pengembangan AI nasional harus berorientasi pada kepentingan manusia dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Salah satu implementasi prinsip tersebut dilakukan melalui pembentukan AI Center of Excellence yang dibangun melalui kolaborasi strategis antara pemerintah dan mitra industri untuk memperkuat daya saing AI sekaligus mendorong kedaulatan digital nasional.

Pusat tersebut juga diharapkan dapat memperluas akses pemanfaatan teknologi AI di berbagai sektor pembangunan di Indonesia.

Ia mengatakan, “AI harus menjadi pendorong kemajuan, mitra pembangunan, dan alat yang mengangkat setiap lapisan masyarakat kita. Dan inilah esensi AI untuk kebaikan.”

Nezar menilai pencapaian target besar Indonesia tidak dapat dilakukan hanya melalui upaya domestik sehingga kemitraan dengan perusahaan teknologi global diperlukan untuk mempertemukan inovasi dunia dengan potensi talenta nasional.

Menurutnya, kolaborasi tersebut memungkinkan Indonesia tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga mengembangkannya menjadi sumber nilai ekonomi baru yang mendukung berbagai prioritas pembangunan nasional.

Ia mengungkapkan, “Ketika keahlian global bertemu dengan kecerdasan Indonesia, kita melakukan lebih dari sekadar mengadopsi teknologi. Kita mengadaptasinya, kita berinovasi di atasnya, dan kita menciptakan sumber nilai ekonomi baru.”

Penulis :
Arian Mesa