
Pantau - PT Danantara Asset Management (DAM) meminta PT PAL Indonesia terus mengakselerasi tata kelola perusahaan melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi dan percepatan berbagai program strategis guna memperkuat industri maritim nasional saat melakukan kunjungan ke PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur.
Penguatan Tata Kelola dan Teknologi
Komisaris Utama PT Danantara Asset Management Rabin Indrajad Hattari mengatakan meningkatnya penugasan strategis dari pemerintah harus diimbangi dengan kondisi perusahaan yang sehat.
Menurut Rabin, PT PAL Indonesia perlu memiliki tata kelola perusahaan yang baik agar mampu menjalankan berbagai penugasan strategis secara optimal.
Ia mengungkapkan, "Seiring meningkatnya penugasan strategis dari pemerintah, perusahaan harus didukung oleh korporasi yang sehat, tata kelola yang baik, serta pemanfaatan teknologi yang mampu meningkatkan daya saing secara berkelanjutan."
Rabin menegaskan PT PAL Indonesia merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang kuat.
Ia juga mengapresiasi sistem manajemen proyek PT PAL Indonesia yang dinilai mampu menjaga disiplin dalam pelaksanaan proyek-proyek strategis.
PT Danantara Asset Management akan terus mendorong pemerintah untuk mendukung berbagai program strategis PT PAL Indonesia agar transformasi perusahaan dapat berlangsung lebih cepat.
Rabin menekankan keberhasilan transformasi harus dipercepat melalui penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan adopsi teknologi.
Ia mengungkapkan, "Keberhasilan transformasi harus terus dipercepat melalui penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan adopsi teknologi sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang."
Transformasi Dorong Ekosistem Industri Maritim
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menjelaskan transformasi perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas.
Menurut Kaharuddin, transformasi juga diarahkan untuk membangun ekosistem industri maritim yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Ia menilai industri galangan kapal memiliki multiplier effect yang jauh lebih besar dibandingkan sektor industri lainnya karena mampu menggerakkan rantai pasok nasional.
Kaharuddin mengatakan industri tersebut juga menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar, baik secara langsung di galangan kapal maupun tidak langsung melalui berbagai sektor pendukung.
Ia menjelaskan setiap pembangunan kapal di PT PAL menggerakkan rantai pasok nasional melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus menciptakan lapangan kerja yang luas di berbagai sektor industri pendukung.
Ia mengungkapkan, “Dengan demikian manfaat ekonomi yang dihasilkan menyebar lebih luas dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan industri nasional.”
- Penulis :
- Shila Glorya





