HOME  ⁄  Lifestyle

Peneliti Australia dan China Kembangkan Arteri di Atas Cip untuk Prediksi Risiko Stroke Lebih Akurat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Peneliti Australia dan China Kembangkan Arteri di Atas Cip untuk Prediksi Risiko Stroke Lebih Akurat
Foto: (Sumber :Ilustrasi Stroke (ANTARA/Pixabay).)

Pantau - Tim peneliti dari Australia dan China mengembangkan perangkat "arteri di atas cip" yang mampu mereplikasi struktur pembuluh darah serta dinamika aliran darah spesifik pasien untuk membantu memprediksi risiko stroke secara lebih akurat.

Perangkat Tiru Kondisi Pembuluh Darah Pasien

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Biomaterials menggambarkan perangkat tersebut sebagai "kembaran fisik" (physical twin) yang dapat meniru kondisi pembuluh darah setiap pasien.

Ringkasan studi yang dimuat di laman Australian Science Media Centre menyebut bentuk pembuluh darah dan gangguan aliran darah lokal kemungkinan menjadi faktor yang lebih menentukan risiko stroke dibandingkan penyempitan pembuluh darah semata.

Penulis utama penelitian dari Universitas Sydney, Zhao Yunduo, mengatakan, "Kami berharap perangkat ini akan memungkinkan kami untuk mempelajari obat-obatan yang bertujuan mengurangi risiko strok dan pada akhirnya memberikan perawatan yang dipersonalisasi bagi setiap pasien berdasarkan anatomi mereka."

Uji Coba Tunjukkan Perbedaan Risiko Pembekuan Darah

Untuk menguji platform tersebut, para peneliti merekonstruksi arteri karotis dari enam pasien dengan tingkat penyakit yang berbeda menggunakan dinamika fluida komputasional untuk memodelkan aliran darah.

Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan mencolok pada aliran darah lokal meskipun tingkat penyempitan arteri para pasien relatif serupa.

Tim peneliti juga menggunakan laser untuk membuat luka kecil pada kolagen dan menemukan proses pembekuan darah terjadi secara berbeda bergantung pada bentuk arteri masing-masing pasien.

Saat ini, tim peneliti tengah merekrut pasien stroke untuk mengikuti uji klinis guna mengembangkan pemanfaatan perangkat tersebut dalam penanganan medis.

Penulis :
Ahmad Yusuf