
Pantau - Tim Observatorium Neutrino Bawah Tanah Jiangmen (Jiangmen Underground Neutrino Observatory atau JUNO) di Provinsi Guangdong, China, merilis hasil fisika pertamanya mengenai neutrino melalui publikasi di jurnal Nature setelah berhasil melakukan pengukuran berpresisi tinggi terhadap parameter osilasi partikel tersebut.
Pengukuran Perdana Tunjukkan Presisi Tinggi
JUNO, yang mulai mengumpulkan data sejak Agustus 2025, menggunakan detektor neutrino berbentuk bola transparan terbesar di dunia dengan tujuan utama menentukan urutan massa neutrino.
Berdasarkan analisis data valid yang dikumpulkan selama 59 hari, mulai 26 Agustus hingga 2 November 2025, tim peneliti berhasil menyelesaikan pengukuran dua parameter osilasi utama dengan ketidakpastian 1,6 kali lebih rendah dibandingkan hasil gabungan berbagai eksperimen selama beberapa dekade terakhir.
Neutrino merupakan partikel elementer yang tidak memiliki muatan listrik, bermassa sangat kecil, dan hanya berinteraksi sangat lemah dengan materi sehingga keberadaannya sulit dideteksi.
Hasil Diakui Jurnal Nature
Pengulas dari jurnal Nature menilai hasil penelitian tersebut tidak hanya memvalidasi kinerja detektor dan metodologi analisis JUNO, tetapi juga menempatkan observatorium itu sebagai salah satu pemain penting dalam era pengukuran presisi fisika osilasi neutrino.
Selain menentukan urutan massa neutrino, JUNO juga memiliki kemampuan mengukur tiga dari enam parameter pencampuran neutrino dengan presisi lebih baik dari 1 persen serta mendukung penelitian mengenai neutrino supernova, geoneutrino, neutrino matahari, dan neutrino atmosfer.
Tim JUNO menyatakan lebih banyak hasil penelitian akan dipublikasikan seiring bertambahnya data yang dikumpulkan untuk membantu mengungkap berbagai misteri baru mengenai neutrino.
- Penulis :
- Aditya Yohan





