
PANTAU - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pengelola Kawasan Kota Tua menyiapkan program revitalisasi yang mencakup pembangunan jalur trem listrik dan penerapan kawasan rendah emisi atau Low Emission Zone (LEZ) sebagai bagian dari upaya menjadikan Kota Tua sebagai destinasi wisata berkelas global.
Trem Listrik dan LEZ Jadi Bagian Revitalisasi Kota Tua
Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta, Denny Aputra, mengatakan bahwa salah satu program yang disiapkan adalah penerapan kawasan rendah emisi dengan pembatasan kendaraan di masa mendatang.
Ia menyampaikan, “Salah satunya kita akan membangun juga LEZ atau Low Emission Zone. Jadi kita akan membatasi kendaraan nanti ketika sudah jadi semuanya.”
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas sejarah kawasan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan transportasi yang lebih berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana menghidupkan kembali moda transportasi trem yang pernah beroperasi di kawasan Kota Tua.
Denny menjelaskan, “Trem yang lamanya jalurnya saja, dan sudah menggunakan tenaga listrik nanti ke depan.”
Jalur trem direncanakan melintasi kawasan wisata Kota Tua dan terhubung dengan sejumlah titik strategis, termasuk area di sekitar Sunda Kelapa, meski rute akhirnya masih menunggu keputusan pemerintah.
Integrasi Transportasi Dukung Target Kota Global 2029
Pengembangan trem listrik dan penerapan LEZ menjadi bagian dari revitalisasi besar yang menggabungkan unsur sejarah, pariwisata, dan transportasi ramah lingkungan.
Selain itu, kawasan Kota Tua juga akan didukung integrasi transportasi massal melalui MRT, Transjakarta, dan Stasiun Jakarta Kota.
Revitalisasi tersebut ditujukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah kawasan sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung.
Denny mengatakan, “Pak Gubernur melihat bahwa itu menjadi moda transportasi awal, membangun sejarahnya kembali, dan memastikan revitalisasi Kota Tua di 2029 ini menjadi destinasi Jakarta, kota global.”
Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memprioritaskan penyelesaian proyek MRT rute Lebak Bulus–Kota yang ditargetkan rampung pada awal 2029 sebagai bagian dari penguatan konektivitas kawasan.
- Penulis :
- Gerry Eka





