HOME  ⁄  Hiburan

Pengelola Kota Tua Jakarta Dorong Wisatawan Gunakan Transportasi Umum Berbasis TOD

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pengelola Kota Tua Jakarta Dorong Wisatawan Gunakan Transportasi Umum Berbasis TOD
Foto: (Sumber : Beragam transportasi mulai dari delman, mobil hingga armada Transjakarta di Kota Tua, Jakarta Barat menjelang HUT ke-499 DKI, Jakarta, Minggu (14/6/2026)

PANTAU - Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta mendorong wisatawan memanfaatkan konsep kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) dengan menggunakan transportasi umum saat berkunjung guna mempermudah akses dan mendukung mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

Kota Tua Dinilai Mudah Diakses dengan Transportasi Publik

Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta, Denny Aputra, menyampaikan bahwa penggunaan transportasi umum menjadi salah satu fokus pengembangan kawasan wisata tersebut.

Ia mengatakan, “Kami mendorong penggunaan TOD, transportasi ke sini ke mana pun. Tujuannya biar mudah dalam akses transportasi.”

Menurut Denny, Kota Tua merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang mudah dijangkau menggunakan transportasi publik, terutama kereta rel listrik (KRL).

Pengunjung tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari wilayah penyangga hingga luar kota, termasuk wisatawan dari Serang, Banten, yang kerap memanfaatkan kereta untuk berkunjung.

Selain kemudahan akses, kawasan Kota Tua menawarkan daya tarik berupa bangunan-bangunan bersejarah dan ruang terbuka yang menjadi ciri khas destinasi tersebut.

Integrasi MRT dan Transjakarta Ditargetkan Terwujud pada 2029

Denny menyampaikan bahwa integrasi transportasi di kawasan Kota Tua akan terus diperkuat sebagai bagian dari program revitalisasi yang ditargetkan mencapai tonggak penting pada 2029.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan Museum MRT sebagai sarana edukasi publik mengenai pembangunan MRT Jakarta dan rencana integrasi layanan transportasi massal di kawasan Stasiun Jakarta Kota.

Ia menjelaskan, “2029 Transjakarta dan MRT itu akan terkoneksi melalui Stasiun Kota. Stasiun terkoneksi, MRT terkoneksi, Transjakarta terkoneksi.”

Selain meningkatkan konektivitas transportasi, pengelola juga menyiapkan berbagai peningkatan fasilitas, termasuk pemilahan sampah, perbaikan akses jalan, peningkatan keamanan kawasan, serta penguatan layanan informasi bagi pengunjung.

Pengelola berharap kemudahan akses melalui transportasi umum dapat menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga kawasan Kota Tua menjadi lebih nyaman dan ramah lingkungan.

Penulis :
Gerry Eka