
PANTAU - Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembiring mendorong pengembangan potensi Ekonomi Utara atau Indonesia bagian utara di sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa dengan menilai perhatian pemerintah selama ini masih terlalu dominan berfokus pada kawasan Indonesia bagian selatan.
Soroti Potensi Strategis Kawasan Utara
Tifatul menyatakan bahwa apabila Indonesia ingin mencapai kemajuan ekonomi, maka kawasan utara harus digarap secara sungguh-sungguh dan lebih serius.
Ia menjelaskan wilayah yang dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan Ekonomi Utara meliputi Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua.
Menurut Tifatul, Kepulauan Riau memiliki posisi strategis karena berada di dekat Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Ia mengungkapkan, “Selama ini Singapura yang mengambil keuntungan lebih banyak dari kapal-kapal yang lewat. Arus peti kemas Singapura pada 2024 saja mencapai 41,12 juta TEU (satuan setara dua puluh kaki) dalam satu tahun. Karena Selat Hormuz ditutup maka sekarang naik lagi ke 65 juta TEU.”
Tifatul menilai pembangunan koneksi transportasi di wilayah utara Indonesia akan meningkatkan daya tarik kawasan tersebut bagi masyarakat maupun pelaku ekonomi.
Kepulauan Riau Dinilai Berpeluang Menjadi Gerbang Ekonomi
Ia mengatakan, “Kalau koneksi transportasinya bagus, tentu orang akan berbondong-bondong datang. Dari sisi keindahan alam, daerah-daerah Utara tidak kalah cantik. Ada Danau Toba, ada Sabang, pantai-pantai di Aceh seperti Lhoknga, Danau Singkarak, Danau Maninjau, Bunaken, Raja Ampat, dan Maluku Utara.”
Selain sektor pariwisata, Tifatul menilai Kepulauan Riau memiliki posisi penting sebagai pintu gerbang utara Indonesia.
Menurutnya, provinsi tersebut memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam pelayanan peti kemas, jasa pelabuhan, serta pengisian bahan bakar kapal yang melintas di kawasan tersebut.
Ia juga menyoroti kedekatan Batam dengan Singapura yang hanya berjarak sekitar 40 menit perjalanan serta posisi strategis Karimun yang lebih dekat ke Selat Malaka.
Tifatul menyampaikan, “Kepulauan Riau ini pintu gerbang utara. Batam hanya sekitar 40 menit dari Singapura. Di sampingnya ada Karimun yang juga strategis dan lebih dekat ke Selat Malaka. Karimun bisa mengambil bagian, misalnya untuk peti kemas atau pengisian bahan bakar kapal-kapal yang melintas.”
- Penulis :
- Gerry Eka





