
Pantau - Bank of Korea (BOK) memperingatkan perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) berisiko terhadap lapangan kerja kaum muda di Korea Selatan setelah 285.000 pekerjaan kelompok tersebut hilang dalam empat tahun terakhir.
Laporan BOK yang dirilis Selasa, 18 Agustus 2026, mencatat 94 persen atau 268.000 dari pekerjaan yang hilang tersebut berada di sektor dengan tingkat paparan AI tinggi.
Temuan itu mengacu pada catatan kepesertaan Layanan Pensiun Nasional atau National Pension Service (NPS) Korea Selatan dan survei penduduk yang aktif secara ekonomi.
Lapangan Kerja Kaum Muda Turun di Sektor Terpapar AI
Lapangan kerja kaum muda di sektor layanan informasi tercatat merosot 31,4 persen selama empat tahun terakhir.
Pada periode yang sama, lapangan kerja kaum muda di sektor penerbitan turun 27,4 persen, pemrograman komputer 16,6 persen, dan jasa profesional 11,6 persen.
Sebaliknya, jumlah lapangan kerja bagi pekerja berusia 50-an tahun terus bertambah di industri-industri yang sama.
Perbedaan tersebut mengindikasikan adanya pelebaran kesenjangan antargenerasi dalam kesempatan kerja di sektor yang memiliki tingkat paparan AI tinggi.
Dampak AI Bergantung pada Cara Perusahaan Menggunakannya
Laporan BOK menekankan dampak AI terhadap lapangan kerja bergantung pada cara teknologi tersebut diterapkan oleh perusahaan.
Penurunan lapangan kerja kaum muda tercatat sangat tajam pada industri yang menggunakan AI untuk otomatisasi sehingga tugas-tugas manusia digantikan oleh teknologi.
Sebaliknya, dampak negatif terhadap perekrutan tenaga kerja muda relatif terbatas ketika AI digunakan untuk augmentasi atau membantu serta meningkatkan kinerja manusia.
BOK menyimpulkan dampak terhadap lapangan kerja tidak semata-mata bergantung pada pengadopsian AI, tetapi pada keputusan perusahaan untuk menggunakan teknologi tersebut sebagai pengganti atau alat bantu pekerjaan manusia.
- Penulis :
- Aditya Yohan



