
Pantau - Jumlah pelanggan telepon seluler 5G di Tiongkok mencapai 1,3 miliar atau 70,5 persen dari total pelanggan seluler hingga akhir Juli 2026 seiring berlanjutnya perluasan jaringan telekomunikasi di negara tersebut.
Data Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok menunjukkan tiga operator telekomunikasi utama bersama China Broadnet memiliki total 1,85 miliar pelanggan telepon seluler hingga akhir Juli.
Pembangunan infrastruktur telekomunikasi juga terus meningkat selama tujuh bulan pertama 2026 dengan jumlah stasiun pemancar atau base transceiver station (BTS) 5G mencapai 5,15 juta unit.
Jumlah BTS 5G tersebut bertambah secara neto sebanyak 316.000 unit dibandingkan posisi pada akhir 2025.
Lalu lintas internet seluler di Tiongkok mencapai 258,7 miliar gigabita selama periode tersebut atau meningkat 17,6 persen secara tahunan.
Jumlah pengguna terminal Internet of Things (IoT) seluler dari tiga operator telekomunikasi utama juga mencapai 2,99 miliar hingga akhir Juli atau bertambah 105 juta dibandingkan akhir tahun lalu.
Peralihan pengguna menuju layanan internet berkecepatan tinggi juga berlanjut dengan jumlah pelanggan pita lebar tetap dari tiga operator utama mencapai 702 juta.
Sebanyak 260 juta pelanggan atau 37,1 persen dari total pengguna pita lebar tetap telah menggunakan layanan gigabit, meningkat 2,6 poin persentase dibandingkan akhir 2025.
Tiongkok telah menyediakan akses jaringan optik gigabit di seluruh wilayah, sedangkan jaringan 5G telah menjangkau seluruh kawasan perkotaan dan lebih dari 95 persen desa administratif.
Pemerintah Tiongkok terus mendorong inisiatif Digital China sebagai bagian dari pengembangan ekonomi berbasis teknologi dan perluasan infrastruktur informasi.
Melalui Rencana Lima Tahun ke-15 periode 2026-2030, Tiongkok menargetkan nilai tambah industri inti ekonomi digital mencapai 12,5 persen dari produk domestik bruto pada 2030.
- Penulis :
- Aditya Yohan




