
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong penjajakan kerja sama dengan Shenzhen Water Group untuk menerapkan teknologi pengelolaan air perkotaan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
Penjajakan dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta saat mendampingi PAM Jaya dalam pertemuan dengan Shenzhen Water Group di Shenzhen, China, Jumat (4/9/2026).
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan pengalaman dan inovasi Shenzhen berpotensi mendukung penyelesaian berbagai tantangan perkotaan di Jakarta.
"Jakarta memiliki kebutuhan dan tantangan perkotaan, sementara Shenzhen memiliki pengalaman dan inovasi teknologi. Kami berharap koneksi ini dapat berkembang menjadi knowledge-sharing, kerja sama teknis, dan transfer teknologi," kata Elisabeth.
AI dan IoT Dibidik untuk Kelola Distribusi Air
Pertemuan tersebut membahas potensi penerapan smart water management dengan memanfaatkan IoT dan AI dalam sistem pengelolaan air Jakarta.
Kerja sama juga diarahkan pada peningkatan efisiensi distribusi air serta pengendalian kehilangan air atau non-revenue water (NRW).
Pengalaman Shenzhen dalam mengelola infrastruktur perkotaan berbasis teknologi dinilai relevan dengan agenda transformasi Jakarta menuju kota yang semakin digital, tangguh, dan berkelanjutan.
Penjajakan tersebut menjadi salah satu langkah Pemprov DKI untuk membuka peluang berbagi pengetahuan, kerja sama teknis, serta transfer teknologi dengan Shenzhen.
Agenda China Buka Peluang Kerja Sama Strategis
Penjajakan dengan Shenzhen Water Group merupakan bagian dari rangkaian agenda Jakarta di China yang berlangsung bersamaan dengan keikutsertaan Indonesia dalam China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou.
CISMEF menjadi wadah pertemuan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan mitra ekonomi dari kawasan Asia-Pasifik.
Agenda tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menuju APEC Economy Leaders' Meeting yang dijadwalkan berlangsung di Shenzhen pada 18-19 November 2026.
Pemprov DKI memanfaatkan momentum CISMEF dan APEC tidak hanya untuk memperluas akses pasar UMKM, tetapi juga membangun jaringan kerja sama pada sektor strategis seperti teknologi dan infrastruktur perkotaan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




