HOME  ⁄  Teknologi & Sains

NVIDIA dan Google Bentuk Koalisi AEMA untuk Percepat Koneksi Listrik Pusat Data AI di AS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

NVIDIA dan Google Bentuk Koalisi AEMA untuk Percepat Koneksi Listrik Pusat Data AI di AS
Foto: (Sumber :Arsip foto - Foto udara pembangunan pusat data (data center) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (16/6/2026).ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/YU.)

Pantau - NVIDIA, Emerald AI, dan Google membentuk koalisi AI Energy Management Alliance (AEMA) untuk mendorong pusat data kecerdasan artifisial (AI) yang lebih fleksibel dalam menggunakan energi sekaligus mempercepat proses penyambungan fasilitas tersebut ke jaringan listrik di Amerika Serikat (AS).

Koalisi itu menawarkan skema pusat data AI yang dapat menyesuaikan konsumsi listrik sehingga tidak membebani jaringan saat permintaan energi meningkat.

Sebagai imbalannya, AEMA menginginkan operator utilitas dapat menghubungkan pusat data ke jaringan listrik dengan lebih cepat.

NVIDIA menjelaskan infrastruktur listrik AS dibangun untuk "permintaan listrik yang datar dan statis" dan bukan untuk pusat komputasi yang mampu menyesuaikan penggunaan daya.

AEMA Dorong Standar Pusat Data Fleksibel

Koalisi tersebut dibentuk untuk menetapkan standar bagi pusat data fleksibel yang mampu menggeser beban kerja komputasi, mengosongkan penyimpanan, serta merespons keadaan darurat pada sistem kelistrikan.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat pusat data menjadi "sumber daya yang dapat dikendalikan daripada beban yang tidak fleksibel".

CEO Emerald AI Varun Sivaram mengatakan pusat data baru di AS dapat menunggu hingga satu dekade atau lebih untuk memperoleh sambungan jaringan listrik karena perusahaan utilitas harus memastikan kapasitas mencukupi ketika permintaan mencapai puncaknya.

Menurut Sivaram, jaringan listrik AS pada saat bersamaan hanya dimanfaatkan sekitar 50 persen secara rata-rata.

Ia menyebut pusat data AI yang fleksibel selama periode terberat jaringan listrik dalam setahun berpotensi membuka kapasitas 100 GW pada jaringan yang sudah tersedia untuk pusat data fleksibel.

AEMA kemudian mengusulkan sejumlah prinsip, termasuk "menetapkan aturan yang jelas bagi fasilitas terkait tetap terhubung selama gangguan jaringan listrik singkat, mengurangi penggunaan daya bila diperlukan, dan menanggapi keadaan darurat."

Koalisi juga mendorong standardisasi persyaratan teknis, metrik kinerja, serta mekanisme berbagi data operasional.

Sebagai imbalannya, operator jaringan listrik diharapkan dapat mempercepat penyambungan pusat data sekaligus berpotensi menerapkan skema berbagi biaya.

Baterai hingga Perangkat Lunak Jadi Solusi

Sejumlah teknologi diusulkan untuk mendukung konsep tersebut, termasuk baterai yang dapat memasok fasilitas ketika beban jaringan mencapai puncak dan pembangkit listrik di lokasi untuk memenuhi kebutuhan tambahan.

AEMA juga mengusulkan penggunaan perangkat lunak yang dapat "memperlambat, menghentikan sementara, atau menggeser komputasi yang kurang mendesak" ketika kondisi jaringan membutuhkan pengurangan konsumsi listrik.

Koalisi tersebut berencana mendorong gagasannya kepada pemerintah negara bagian hingga pemerintah federal AS.

"AEMA akan mendesak hal ini di ibu kota negara bagian dan di Washington. Permintaan kami kepada gubernur, regulator, dan pembuat kebijakan federal sederhana: tawarkan pusat data yang berkomitmen pada fleksibilitas koneksi jaringan yang lebih cepat dan lebih besar — ​​dan pastikan mereka menepatinya," tulis Sivaram.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026