HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Sultan bin Ahmed Dirikan Pusat Inovasi Kemanusiaan di UGM dengan Dana 1,6 Juta Dolar AS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Sultan bin Ahmed Dirikan Pusat Inovasi Kemanusiaan di UGM dengan Dana 1,6 Juta Dolar AS
Foto: (Sumber :Sultan bin Ahmed umumkan pendirian Pusat Inovasi Kemanusiaan Jawaher Al Qasimi di Indonesia dengan dana 1,6 juta Dolar AS (Foto: AETOSWire).)

Pantau - Wakil Penguasa Sharjah sekaligus Utusan Kemanusiaan The Big Heart Foundation (TBHF) Syekh Sultan bin Ahmed bin Sultan Al Qasimi mengumumkan pendirian Pusat Inovasi Kemanusiaan Jawaher Al Qasimi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dengan pendanaan senilai 1,6 juta dolar AS.

Pusat tersebut dibentuk melalui kemitraan TBHF, NAMA Women Advancement Establishment (NAMA), dan UGM untuk menghubungkan penelitian akademis serta inovasi dengan pengalaman lapangan dalam mengembangkan, menguji, dan menerapkan solusi terhadap berbagai persoalan kemanusiaan.

TBHF akan memberikan dana sebesar 1 juta dolar AS, NAMA sebesar 500.000 dolar AS, dan UGM sebesar 100.000 dolar AS.

Pengumuman pendirian pusat tersebut disampaikan dalam kunjungan delegasi TBHF yang dipimpin Syekh Sultan ke Indonesia untuk memperluas kemitraan di bidang kemanusiaan dan pembangunan.

Pusat Fokus pada Riset dan Inovasi Kemanusiaan

Syekh Sultan mengatakan ilmu pengetahuan memiliki nilai ketika dapat diterapkan di luar lembaga pendidikan untuk melayani masyarakat dan memenuhi kebutuhan mereka.

Pusat tersebut akan memanfaatkan hasil penelitian untuk menangani persoalan ketahanan pangan, perubahan iklim, mata pencaharian, peluang ekonomi, pengurangan risiko bencana, serta kesejahteraan ibu dan anak.

Perjanjian pendirian pusat juga mencakup dana abadi investasi yang ditujukan untuk menyediakan pembiayaan jangka panjang bagi program-programnya.

Kegiatan pusat akan mencakup penelitian multidisiplin dan studi kebijakan, program residensi peneliti, tantangan inovasi, inkubator proyek kemanusiaan, pengembangan dan uji coba solusi di lapangan, serta penilaian dampak.

Program lainnya meliputi diskusi komunitas, forum, kepemimpinan pemuda, peningkatan kesadaran, proyek sosial, dan pemberdayaan ekonomi.

UGM Siapkan Dua Fasilitas

Pusat Inovasi Kemanusiaan Jawaher Al Qasimi akan beroperasi melalui dua fasilitas di Universitas Gadjah Mada.

Fasilitas pertama akan menjadi basis utama untuk penelitian, kolaborasi, dan berbagai kegiatan masyarakat.

Fasilitas kedua yang disebut Living Humanitarian Lab akan menggunakan lahan sekitar dua hektare yang dialokasikan UGM untuk inovasi pertanian, uji coba lapangan, dan partisipasi masyarakat.

Fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pusat itu diharapkan menjadi wadah pengembangan pengetahuan dan inovasi kemanusiaan di Asia Tenggara serta kawasan lainnya.

Delegasi TBHF Tinjau Program di Indonesia

Dalam rangkaian kunjungannya, Syekh Sultan meninjau layanan bagi penyandang disabilitas di Annika Linden Centre, program pendidikan dan pemberdayaan keluarga Bali Life Foundation, serta program perlindungan anak SOS Children’s Villages Indonesia di Bali.

Di Jawa Tengah, delegasi TBHF mengunjungi perkebunan kopi yang didukung NAMA melalui program yang ditujukan untuk membekali sekitar 2.800 perempuan dengan keterampilan dan pengetahuan dalam budidaya kopi.

Syekh Sultan juga mengunjungi lokasi pusat di UGM sebelum meninjau program Home for a Home di Gunung Kidul yang diluncurkan Arada bersama TBHF dan dilaksanakan Habitat for Humanity Indonesia.

Program tersebut direncanakan membangun 250 rumah, merenovasi 50 rumah agar sesuai bagi penyandang disabilitas, serta menyediakan infrastruktur air bersih dengan sasaran manfaat bagi lebih dari 3.700 orang.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026