HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Menhut Apresiasi Drone EagleEye Berbasis AI untuk Dukung Operasi SAR dan Penanganan Karhutla

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menhut Apresiasi Drone EagleEye Berbasis AI untuk Dukung Operasi SAR dan Penanganan Karhutla
Foto: Tim Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Kemenhut saat meraih Juara I Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 kategori Pengembangan Drone Militer, SAR dan Bantuan Bencana di Kodiklat TNI, Tangerang Selatan, Banten pada 22-26 September 2026.

Pantau - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi inovasi EagleEye Tactical SAR System yang dikembangkan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta perlindungan satwa liar.

Inovasi tersebut membawa Kementerian Kehutanan meraih Juara I Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 kategori Pengembangan Drone Militer, SAR dan Bantuan Bencana yang berlangsung di Kodiklat TNI, Tangerang Selatan, Banten, pada 22-26 September 2026.

EagleEye dikembangkan sebagai platform Drone Command Center untuk pemantauan taktis secara aktual dengan mengintegrasikan penginderaan jauh menggunakan drone dan analisis kecerdasan buatan (AI).

"Inovasi ini menunjukkan bahwa teknologi drone dan kecerdasan buatan dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan di lapangan, baik dalam pencarian dan penyelamatan, penanganan karhutla, maupun perlindungan satwa liar," ujar Raja Juli.

<h2>EagleEye Deteksi Titik Api hingga Satwa Liar</h2>

EagleEye Tactical SAR System difokuskan untuk mengoptimalkan misi pencarian dan penyelamatan serta dapat digunakan dalam penanganan karhutla melalui pemantauan titik api dan ketebalan asap.

Teknologi tersebut juga memiliki kemampuan mengidentifikasi petugas pemadam api serta satwa liar dengan dukungan AI.

Raja Juli berharap inovasi tersebut terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas di berbagai daerah, terutama untuk penanganan karhutla dan penyelamatan satwa liar di Indonesia.

<h2>Sistem Tetap Bisa Digunakan di Wilayah Minim Internet</h2>

EagleEye mengintegrasikan dua metode pemrosesan AI, yakni Cloud AI Server untuk analisis dengan presisi tinggi dan Local Edge AI Agent untuk mempercepat analisis di wilayah terdampak bencana berat atau memiliki keterbatasan konektivitas.

Sistem tersebut turut dilengkapi modul pemrosesan citra malam hari berbasis Python, analisis video pascapenerbangan, serta distribusi peringatan taktis dengan latensi rendah.

Dari sisi operasional, tim SAR dapat menggunakan Cloud AI ketika jaringan internet tersedia atau beralih ke Local AI Agent ketika menjalankan operasi di wilayah terisolasi maupun blank spot.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026