HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Menkomdigi Meutya Hafid Dorong Inovasi Teknologi dan AI yang Berpusat pada Manusia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menkomdigi Meutya Hafid Dorong Inovasi Teknologi dan AI yang Berpusat pada Manusia
Foto: (Sumber :Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital).)

Pantau - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak warga negara Indonesia (WNI) lulusan perguruan tinggi luar negeri memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional dengan menciptakan inovasi teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), yang berpusat pada manusia.

Meutya menegaskan pengembangan teknologi tidak boleh berhenti pada penciptaan inovasi, tetapi manfaatnya harus dapat dirasakan manusia dan risikonya dikendalikan.

“Menurut saya, kata kuncinya adalah bertanggung jawab. Bukan sekadar mendorong inovasi, kita percaya bahwa setiap inovasi harus dikembangkan secara bertanggung jawab,” ujar Meutya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Pesan tersebut juga disampaikan Meutya saat menjadi pembicara kunci dalam forum bertajuk “Human Connection in a Digital World” di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Talenta Digital Dinilai Strategis bagi Indonesia

Meutya menilai keahlian para pakar dan lulusan pendidikan global di bidang AI, ilmu data, serta keamanan siber relevan dengan kebutuhan Indonesia di tengah percepatan transformasi digital.

Menurutnya, mereka memiliki posisi strategis untuk menjembatani pengetahuan akademik, pengalaman profesional, dan kebutuhan pembangunan nasional.

“Hal ini membuka peluang untuk bertukar gagasan dan mengembangkan teknologi yang melayani serta melindungi manusia, bukan justru menjadi gangguan bagi kemanusiaan,” katanya.

Selain teknologi digital, peluang kontribusi lulusan perguruan tinggi luar negeri juga tersedia di sektor energi berkelanjutan, pendidikan, dan kesehatan.

Di sektor pendidikan, program pendampingan serta penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan industri dinilai penting untuk mencetak talenta masa depan yang sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Dalam forum yang mempertemukan alumni sejumlah perguruan tinggi di Australia tersebut, Meutya turut menyoroti perkembangan kemitraan Indonesia dan Australia.

Hubungan bilateral kedua negara dinilai dapat menjadi landasan untuk memperluas kerja sama dalam pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Jejaring Alumni Didorong Hadirkan Solusi Nyata

Meutya menilai jejaring internasional yang terbentuk melalui pendidikan memiliki peran besar dalam menciptakan kontribusi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengenang perjalanan pendidikannya yang dimulai dengan mengikuti program foundation studies di Universitas New South Wales (UNSW), Australia, pada 1996.

Meutya kemudian mendalami studi teknik manufaktur dan lulus sebagai insinyur pada 2000 dari perguruan tinggi tersebut.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Meutya kembali ke Indonesia dan menjalani karier sebagai jurnalis sebelum terjun ke politik serta menjadi anggota parlemen selama lebih dari satu dekade hingga kemudian dipercaya menjadi Menteri Komunikasi dan Digital.

Ia berharap jejaring alumni perguruan tinggi luar negeri tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan mengenang masa pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pertukaran gagasan, kolaborasi lintas bidang, serta pengembangan solusi bagi berbagai persoalan di Indonesia.

“Pada akhirnya, kita berharap alumni chapter tidak hanya menjadi wadah bagi kita untuk bertemu, tetapi juga menjadi ruang untuk berdiskusi dan memberikan kontribusi pemikiran. Saya yakin kita semua ingin memberikan kontribusi yang lebih besar,” kata Meutya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026