HOME  ⁄  Teknologi & Sains

PT Dirgantara Indonesia Tegaskan Pesawat N219 Murni Karya Anak Bangsa, TKDN Ditargetkan Capai 65 Persen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PT Dirgantara Indonesia Tegaskan Pesawat N219 Murni Karya Anak Bangsa, TKDN Ditargetkan Capai 65 Persen
Foto: (Sumber :Pesawat N219 produksi PT Dirgantara Indonesia diperlihatkan saat kegiatan eksplorasi industri pertahanan di Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya.)

Pantau - Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Gita Amperiawan, menegaskan pesawat N219 merupakan hasil pengembangan anak bangsa tanpa melibatkan tenaga pendamping teknis dari luar negeri, dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) saat ini mencapai 44,69 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Gita dalam kegiatan eksplorasi industri pertahanan bersama awak media di Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Pesawat N219 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara nasional, khususnya penerbangan perintis di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur bandara.

PT DI Libatkan Industri Nasional dan Perguruan Tinggi dalam Pengembangan N219

Gita Amperiawan menyatakan bahwa pengembangan pesawat N219 menjadi salah satu bentuk kemampuan industri dirgantara nasional dalam menghasilkan pesawat melalui sumber daya manusia dalam negeri.

“Pesawat N219 adalah pesawat seratus persen karya anak bangsa. Tingkat kandungan dalam negerinya (TKDN) 44,69 persen,” ucap Gita.

Dalam proses pengembangannya, PT DI melibatkan sekitar 16 industri pertahanan nasional serta empat perguruan tinggi di Indonesia.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan pesawat yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan penerbangan di dalam negeri.

N219 merupakan pesawat bermesin ganda jenis turboprop dengan kapasitas angkut sebanyak 19 penumpang.

Pesawat tersebut dirancang agar dapat beroperasi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil yang belum memiliki fasilitas bandara dengan landasan pacu panjang.

Pesawat N219 Mampu Mendarat di Landasan Pendek dan Tidak Beraspal

Salah satu kemampuan pesawat N219 adalah dapat melakukan lepas landas pada landasan pacu sepanjang sekitar 600 hingga 800 meter.

Selain itu, pesawat tersebut juga dapat dioperasikan melalui landasan yang tidak beraspal atau unpaved runway.

Kemampuan ini memungkinkan N219 digunakan untuk melayani penerbangan perintis di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur transportasi udara.

Gita menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sekitar 100 bandara perintis dengan panjang landasan pacu kurang dari satu kilometer.

Dari jumlah tersebut, sekitar 50 bandara diketahui memiliki landasan pacu yang belum beraspal.

“Ini cocok dengan N219,” katanya.

Karakteristik tersebut membuat N219 dirancang sesuai dengan kebutuhan operasional penerbangan perintis di berbagai daerah Indonesia.

PT DI Kembangkan N219 untuk Kebutuhan Militer dan Komersial

Selain untuk melayani penerbangan sipil, PT DI juga mengembangkan pesawat N219 agar dapat digunakan dalam berbagai kegiatan operasional militer.

Gita menjelaskan bahwa pesawat untuk kebutuhan militer dan komersial menggunakan basis pengembangan yang sama.

Namun, kedua jenis penggunaan tersebut dapat memiliki perbedaan berdasarkan persyaratan sertifikasi serta kebutuhan operasional masing-masing.

Untuk kepentingan militer, pesawat N219 dapat disesuaikan dengan kebutuhan Tentara Nasional Indonesia (TNI), termasuk dalam mendukung kegiatan penerjunan personel.

Sementara itu, untuk penggunaan komersial, pesawat tersebut diarahkan untuk melayani kebutuhan transportasi penumpang, terutama pada rute penerbangan perintis.

Produksi Massal N219 Ditargetkan Tingkatkan TKDN hingga 65 Persen

PT Dirgantara Indonesia terus berupaya meningkatkan keterlibatan industri nasional dalam proses produksi pesawat N219.

Gita memperkirakan tingkat kandungan dalam negeri pesawat tersebut dapat meningkat dari 44,69 persen menjadi sekitar 65 persen apabila produksi dilakukan secara massal.

Peningkatan TKDN tersebut diharapkan dapat dicapai melalui semakin besarnya keterlibatan industri dalam negeri dalam rantai produksi pesawat.

Dengan pengembangan untuk kebutuhan sipil dan militer, N219 menjadi salah satu produk industri dirgantara nasional yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan transportasi udara serta operasional pertahanan Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026