
Pantau - PT PAL Indonesia (Persero) memperkuat kemandirian teknologi pertahanan nasional melalui pengembangan Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT) dan Torpedo Piranha yang berhasil meraih penghargaan ASEAN Outstanding Engineering Achievement Project dalam konferensi insinyur tingkat ASEAN di Bandung, Jawa Barat.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dalam rangkaian Konferensi ke-44 Federasi Organisasi Keinsinyuran ASEAN (CAFEO 44).
Kedua produk pertahanan tersebut dirancang oleh insinyur Indonesia melalui kemampuan rekayasa dan manufaktur PT PAL di dalam negeri.
Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia PT PAL Indonesia, Pramusti Indrascaryo, menyatakan penghargaan tersebut menjadi bukti pengakuan terhadap kemampuan tenaga ahli nasional.
“Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kemampuan dan dedikasi insinyur PT PAL dalam mengembangkan teknologi pertahanan melalui rekayasa yang dilakukan secara mandiri,” kata Pramusti dalam keterangannya di Surabaya, Minggu (25/10/2026).
Kapal Selam Otonom PT PAL Miliki TKDN Lebih dari 50 Persen
PT PAL menyebut Kapal Selam Otonom Tanpa Awak yang dikembangkannya telah memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 50 persen.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kemampuan produksi alat pertahanan dengan memanfaatkan sumber daya industri nasional.
Selain KSOT, PT PAL juga mengembangkan Torpedo Piranha sebagai salah satu produk teknologi pertahanan hasil rekayasa insinyur Indonesia.
Pengembangan kedua produk tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan nasional dalam merancang, merekayasa, dan memproduksi teknologi pertahanan secara mandiri.
PT PAL menilai penguasaan teknologi menjadi faktor penting agar industri pertahanan Indonesia tidak hanya bergantung pada pengadaan produk dari pihak lain.
PT PAL Raih Penghargaan dalam Konferensi Insinyur ASEAN
Penghargaan ASEAN Outstanding Engineering Achievement Project diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian rekayasa teknologi yang dikembangkan PT PAL.
Pengakuan tersebut diperoleh dalam rangkaian CAFEO 44 yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat.
Pramusti mengatakan pencapaian itu menjadi motivasi perusahaan untuk terus meningkatkan penguasaan teknologi dan kompetensi sumber daya manusia.
PT PAL juga berkomitmen melanjutkan pengembangan inovasi yang mendukung kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Perusahaan memandang kemampuan desain dan produksi dalam negeri sebagai bagian dari penguatan kapasitas industri strategis nasional.
Gandeng ITS dan Universitas Hasanuddin untuk Riset Pertahanan
Untuk mendukung keberlanjutan inovasi, PT PAL memperkuat kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Dua perguruan tinggi yang terlibat dalam kolaborasi tersebut adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Hasanuddin.
Kerja sama dilaksanakan melalui program magang mahasiswa, pendidikan lanjutan bagi karyawan, serta kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi.
Kolaborasi tersebut ditujukan untuk menyiapkan tenaga ahli yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri maritim dan pertahanan.
Selain meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, sinergi antara perusahaan dan perguruan tinggi diharapkan memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi nasional.
KSOT dan Torpedo Piranha Didorong Perkuat Industri Pertahanan
PT PAL berharap pengembangan KSOT dan Torpedo Piranha dapat menjadi bagian dari transformasi industri pertahanan nasional.
Pengembangan teknologi tersebut diarahkan untuk meningkatkan penguasaan kemampuan rekayasa dan manufaktur strategis di dalam negeri.
Perusahaan juga menempatkan peningkatan kompetensi insinyur sebagai salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan inovasi.
Melalui pengembangan produk pertahanan dan kerja sama dengan perguruan tinggi, PT PAL berupaya memperkuat kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pertahanan secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka




