
Pantau - Produsen mesin perkapalan asal Jepang, Japan Engine Corp., berhasil mengembangkan mesin berbahan bakar hidrogen yang diklaim sebagai mesin pertama di dunia untuk kapal komersial berukuran besar, dengan kemampuan mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) lebih dari 95 persen dibandingkan mesin konvensional berbahan bakar minyak berat.
Inovasi tersebut diperkenalkan kepada publik pada awal September 2026 sebagai bagian dari pengembangan teknologi bahan bakar alternatif untuk industri pelayaran.
Mesin hidrogen itu direncanakan digunakan pada kapal serbaguna yang akan dibangun oleh Onomichi Dockyard Co.
Sementara itu, perusahaan pelayaran Mitsui O.S.K. Lines Ltd. dijadwalkan melaksanakan uji coba operasional mesin di atas kapal pada April 2028.
Mesin Hidrogen Jepang Diklaim Pangkas Emisi Lebih dari 95 Persen
Japan Engine Corp. mengembangkan mesin hidrogen untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca dari aktivitas pelayaran komersial.
Perusahaan yang berbasis di Akashi, Prefektur Hyogo, Jepang, tersebut mengklaim teknologi barunya mampu menurunkan emisi CO2 lebih dari 95 persen.
Angka tersebut merupakan perbandingan dengan mesin kapal konvensional yang menggunakan minyak bakar berat atau heavy fuel oil.
Pengembangan mesin hidrogen menjadi salah satu langkah industri perkapalan dalam mencari alternatif bahan bakar selain minyak fosil.
Teknologi tersebut dirancang untuk digunakan pada kapal komersial berukuran besar yang membutuhkan sistem penggerak berkapasitas tinggi.
Gunakan Teknologi Injeksi Hidrogen Bertekanan Tinggi
Mesin baru buatan Japan Engine menggunakan sistem injeksi langsung bertekanan tinggi atau high-pressure direct injection.
Teknologi tersebut diterapkan untuk menghasilkan proses pembakaran hidrogen yang stabil di dalam mesin.
Penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar memerlukan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan karena sifatnya yang mudah terbakar.
Selain itu, risiko kebocoran menjadi salah satu tantangan dalam pengoperasian sistem bahan bakar hidrogen.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, pengembang menerapkan standar keselamatan yang ketat pada sistem suplai bahan bakar.
Salah satu langkah pengamanan yang diterapkan adalah penggunaan perpipaan berdinding ganda pada seluruh jalur pasokan hidrogen.
Sistem tersebut menjadi bagian dari rancangan keselamatan mesin sebelum digunakan dalam operasional kapal komersial.
Kapal Serbaguna Akan Uji Coba Mesin Hidrogen pada April 2028
Japan Engine telah menyiapkan rencana penerapan teknologi mesin hidrogen pada kapal komersial.
Mesin tersebut akan dipasang pada kapal serbaguna atau multipurpose ship yang dibangun oleh galangan kapal Onomichi Dockyard Co.
Kapal itu direncanakan menjadi sarana pengujian teknologi mesin hidrogen dalam kondisi operasional.
Operator pelayaran Mitsui O.S.K. Lines Ltd. akan melaksanakan uji coba operasional di atas kapal atau onboard demonstration testing.
Pengujian tersebut dijadwalkan berlangsung pada April 2028.
Tahapan itu menjadi bagian dari proses penerapan teknologi hidrogen pada sektor pelayaran komersial.
Japan Engine Juga Kembangkan Mesin Berbahan Bakar Amonia
Selain mesin hidrogen, Japan Engine Corp. telah mengembangkan teknologi mesin kapal yang menggunakan amonia sebagai bahan bakar.
Pada Agustus 2026, perusahaan tersebut berhasil merampungkan mesin komersial berbahan bakar amonia yang diklaim sebagai yang pertama di dunia.
Hidrogen dan amonia menjadi dua alternatif bahan bakar yang dinilai memiliki potensi untuk digunakan pada kapal komersial berukuran besar.
Keduanya dikembangkan sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan industri pelayaran terhadap bahan bakar konvensional.
Namun, penerapan teknologi hidrogen masih menghadapi sejumlah kendala, terutama tingginya biaya produksi.
Proses adopsi teknologi hidrogen pada industri pelayaran juga masih berlangsung relatif lambat.
Sementara itu, penggunaan amonia membutuhkan prosedur keselamatan yang ketat karena bahan tersebut memiliki sifat beracun.
IMO Targetkan Pelayaran Global Capai Nol Emisi pada 2050
Pengembangan mesin berbahan bakar hidrogen berlangsung di tengah upaya industri pelayaran global mengurangi emisi gas rumah kaca.
Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO) telah menetapkan target nol emisi gas rumah kaca dari sektor pelayaran global pada 2050.
Pemerintah Jepang turut mendukung agenda pengurangan emisi tersebut.
Pengembangan mesin hidrogen dan amonia menjadi bagian dari inovasi teknologi yang diarahkan untuk mendukung transformasi sektor transportasi laut.
Meski demikian, penerapan mesin hidrogen pada kapal komersial masih memerlukan tahapan pengujian operasional yang telah dijadwalkan pada April 2028.
- Penulis :
- Aditya Yohan




