
Pantau - Meta dilaporkan bekerja sama dengan perusahaan robotika asal China, Fourier, untuk mengembangkan purwarupa robot humanoid bernama Max yang dirancang sebagai sarana penelitian kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan teknologi robot untuk membantu pekerjaan rumah tangga.
Berdasarkan laporan The Next Web pada Minggu (1/11/2026), pengembangan purwarupa tersebut diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan.
Robot Max difokuskan untuk kebutuhan penelitian internal Meta, khususnya pengujian integrasi agen AI dengan perangkat robot berbentuk manusia.
Meta dilaporkan tidak memiliki rencana untuk memasarkan robot tersebut kepada masyarakat umum.
Robot Max Memiliki Tinggi 1,5 Meter dan Bobot 48 Kilogram
Robot humanoid Max memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dengan bobot mencapai 48 kilogram.
Perangkat tersebut menggunakan cip Jetson Thor buatan Nvidia sebagai komponen pemrosesan utama.
Max juga dilengkapi layar antarmuka yang mampu menampilkan berbagai ekspresi wajah.
Untuk mendukung interaksi dengan pengguna, robot tersebut memiliki pengeras suara yang terintegrasi.
Pada bagian tangan, Max dibekali lima jari yang dirancang untuk melakukan gerakan presisi.
Kemampuan tersebut ditujukan agar robot dapat memegang dan memindahkan benda berukuran kecil.
Rancangan fisik Max menjadi bagian dari upaya Meta mengembangkan perangkat robot yang dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Meta Libatkan Petinggi Divisi Robotika dalam Pengembangan di Shanghai
Pengembangan robot Max melibatkan langsung Vice President of Product for Robotics Meta, Li-Chen Miller.
Miller dilaporkan menghabiskan waktu hampir dua bulan di fasilitas produksi Fourier di Shanghai, China.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan purwarupa bersama perusahaan robotika asal China itu.
Kolaborasi Meta dan Fourier difokuskan pada penggabungan perangkat keras robot dengan teknologi AI yang dikembangkan Meta.
Robot Max diproyeksikan menjadi wujud fisik bagi agen AI Meta bernama Muse.
Melalui integrasi tersebut, Meta ingin mengembangkan kemampuan agen AI untuk menjalankan tugas yang melibatkan interaksi langsung dengan benda dan lingkungan fisik.
Salah satu sasaran pengembangannya adalah kemampuan membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.
Nvidia Dilaporkan Investasikan Rp54,4 Triliun untuk Pengembangan Muse
Pengembangan teknologi robotika Meta disebut mendapat dukungan melalui perluasan kerja sama riset dengan Nvidia.
Dalam laporan tersebut, Nvidia disebut menyepakati investasi senilai 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp54,4 triliun kepada Meta.
Investasi tersebut dikaitkan dengan pengembangan proyek Muse, yakni agen AI yang diproyeksikan menjadi bagian dari sistem robot humanoid Meta.
Selain mendukung proyek AI, teknologi Nvidia juga digunakan dalam perangkat keras robot Max melalui cip Jetson Thor.
Integrasi antara pemrosesan AI dan perangkat robot menjadi salah satu fokus penelitian yang dilakukan Meta.
Meta dan Fourier Mulai Kembangkan Robot Max 2 sejak September
Setelah menyelesaikan purwarupa pertama, Meta dan Fourier melanjutkan penelitian untuk mengembangkan robot humanoid generasi kedua.
Robot yang diberi nama Max 2 tersebut mulai dikembangkan pada September 2026.
Sebelumnya, Meta telah memperlihatkan purwarupa Max dalam kegiatan internal perusahaan pada akhir Agustus 2026.
Pengembangan Max 2 direncanakan menghadirkan sejumlah peningkatan dibandingkan model pertama.
Pembaruan tersebut meliputi perubahan struktur bodi dan peningkatan kemampuan gerakan tangan.
Meta dan Fourier juga merencanakan penambahan proyektor terintegrasi pada robot generasi kedua.
Selain itu, Max 2 diproyeksikan memiliki sensor navigasi yang mendukung kemampuan bergerak saat menaiki tangga.
Peningkatan tersebut ditujukan untuk memperluas kemampuan robot dalam berinteraksi dengan lingkungan fisik.
Meta Masuk Persaingan Pengembangan Robot Humanoid Global
Langkah Meta mengembangkan robot Max menambah daftar perusahaan teknologi yang melakukan penelitian robot humanoid.
Sebelumnya, Tesla telah mengembangkan robot humanoid bernama Optimus.
Perusahaan robotika Agility juga mengembangkan robot Digit 5 yang direncanakan menggunakan perangkat keras Nvidia.
Sementara itu, perusahaan asal China, Unitree, tengah mengembangkan teknologi AI yang memungkinkan robot meningkatkan kemampuannya secara mandiri.
Berbagai pengembangan tersebut menunjukkan arah penelitian robot humanoid untuk kebutuhan industri maupun aktivitas rumah tangga.
Bagi Meta, robot Max masih berstatus purwarupa penelitian internal dan belum direncanakan untuk dijual kepada konsumen.
Pengembangan Max 2 menjadi tahap berikutnya dalam upaya perusahaan mengintegrasikan agen AI Muse dengan robot yang mampu melakukan aktivitas fisik.
- Penulis :
- Aditya Yohan




