HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Indonesia dan Swiss Perkuat Kerja Sama Sovereign AI, Nongsa Digital Park Batam Siap Jadi Pusat Kecerdasan Buatan Berdaulat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia dan Swiss Perkuat Kerja Sama Sovereign AI, Nongsa Digital Park Batam Siap Jadi Pusat Kecerdasan Buatan Berdaulat
Foto: (Sumber :Duta Besar RI untuk Swiss Ngurah Swajaya (kedua dari kiri) menyaksikan penandatanganan MoU kerja sama antara pihak Nongsa Digital Park dan perusahaan teknologi PHOENIQS AG di Kota Basel, Swiss, pada Kamis (29/10/2026). /ANTARA/HO-KBRI Bern..)

Pantau - Indonesia dan Swiss memperkuat kerja sama teknologi kecerdasan buatan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Nongsa Digital Park di Batam dan perusahaan teknologi Swiss, PHOENIQS AG, untuk mengembangkan infrastruktur sovereign AI atau kecerdasan buatan berdaulat yang ditujukan bagi pasar Indonesia dan Asia Tenggara.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Basel-Landschaft, Swiss, pada Kamis (29/10/2026), dengan fokus pada pengembangan pusat data, komputasi berperforma tinggi, serta sistem pengelolaan data yang memberikan kendali lebih besar kepada pemilik data.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Ngurah Swajaya, menyambut positif kemitraan tersebut karena dinilai dapat memperkuat kemandirian teknologi digital Indonesia sekaligus membuka peluang pengembangan industri berbasis kecerdasan buatan.

”Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dengan populasi 280 juta jiwa, demografi usia muda, serta tingkat konektivitas digital yang tinggi - Indonesia bukan sekadar pasar potensial, melainkan laboratorium yang sempurna untuk inovasi teknologi digital berskala luas dan berbasis AI,” kata Ngurah dalam keterangan tertulis KBRI Bern, Selasa (3/11/2026).

Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss yang terus diperluas melalui kemitraan ekonomi dan teknologi.

Nongsa Digital Park Batam Dikembangkan Jadi Pusat Sovereign AI

Melalui kerja sama tersebut, Nongsa Digital Park akan mengembangkan kapabilitas pusat data berbasis sovereign AI untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri.

Sektor yang menjadi sasaran pengembangan meliputi perbankan, telekomunikasi, dan manufaktur cerdas atau smart manufacturing.

Sebagai kawasan ekonomi khusus yang berfokus pada ekonomi digital, Nongsa Digital Park menyediakan konektivitas internasional dan regional serta lingkungan pengembangan pusat data berbasis komputasi berperforma tinggi.

Sementara itu, PHOENIQS AG menyediakan teknologi sovereign cloud dan kecerdasan buatan yang sebelumnya telah diterapkan bersama mitra telekomunikasi dan infrastruktur di Swiss serta Timur Tengah.

Kemitraan ini ditujukan untuk menjadikan Nongsa sebagai salah satu platform pengembangan kecerdasan buatan berdaulat di Indonesia.

Teknologi yang digunakan memungkinkan pemilik data memiliki kendali lebih besar terhadap penyimpanan, pengolahan, dan keamanan informasi dibandingkan pendekatan data residency yang berfokus pada lokasi penyimpanan data.

Pengembangan tersebut juga memanfaatkan teknologi komputasi berperforma tinggi dan diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

Teknologi Swiss Berikan Kendali Data kepada Pemiliknya

Salah satu keunggulan teknologi yang ditawarkan PHOENIQS AG adalah penggunaan sistem operasi komputasi awan independen yang dirancang untuk mendukung pengelolaan data secara berdaulat.

Platform tersebut dilengkapi teknologi confidential computing atau komputasi rahasia yang bertujuan melindungi data ketika sedang diproses.

Selain itu, sistem menggunakan mekanisme enkripsi dengan kunci yang sepenuhnya dikendalikan oleh pelanggan atau pemilik data.

Pendekatan tersebut dirancang agar perusahaan memiliki kontrol terhadap informasi yang disimpan dan diproses melalui layanan kecerdasan buatan.

PHOENIQS AG juga menawarkan kemampuan komputasi dengan performa setingkat penyedia layanan komputasi awan berskala besar atau hyperscaler.

Sistem pembiayaan yang digunakan berbasis pemakaian sehingga pelanggan dapat menyesuaikan biaya dengan kebutuhan layanan.

Pengembangan teknologi ini juga dikaitkan dengan pemanfaatan supercomputer dan teknologi kuantum sebagai bagian dari arah penguatan kemampuan komputasi.

Proyek Percontohan Libatkan Bank dan Perusahaan di Batam serta Singapura

Implementasi awal kerja sama Nongsa Digital Park dan PHOENIQS AG akan dilakukan melalui proyek percontohan.

Proyek tersebut direncanakan melibatkan sejumlah perusahaan dari sektor perbankan, telekomunikasi, dan manufaktur yang beroperasi di Batam serta Singapura.

Tahap percontohan menjadi langkah awal untuk menerapkan teknologi sovereign AI dalam kebutuhan operasional dunia usaha.

Nongsa Digital Park akan menyediakan dukungan infrastruktur dan konektivitas, sedangkan PHOENIQS AG menghadirkan teknologi komputasi awan dan kecerdasan buatan miliknya.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Executive Chairman PHOENIQS AG Thomas Taroni dan Chief Business Officer Nongsa Digital Park Marco Bardelli.

Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Kanton Basel-Landschaft Thomi Jourdan dan Duta Besar RI untuk Swiss Ngurah Swajaya.

Lokasi penandatanganan berada di kawasan Basel-Landschaft yang menjadi tempat pengoperasian infrastruktur supercomputer AI milik PHOENIQS AG.

Kerja Sama Indonesia-Swiss Dukung Kemandirian Teknologi Digital

Dubes Ngurah Swajaya menilai kemitraan tersebut memiliki arti penting dalam menghadapi persaingan teknologi dan dinamika geopolitik global.

Menurutnya, kemampuan mengembangkan teknologi digital secara mandiri semakin dibutuhkan negara-negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap penyedia teknologi asing.

”Di era kontestasi geopolitik, pengembangan kedaulatan dan kemandirian teknologi digital menjadi kebutuhan prioritas banyak negara untuk melepaskan diri dari ketergantungan,” kata Ngurah.

Ia juga menyoroti keunggulan Swiss dalam pengembangan teknologi presisi serta kemampuan komputasi berperforma tinggi secara independen.

“PHOENIQS AG merupakan salah satu motor pengembangan sovereign AI di Eropa yang berada di negara netral seperti Swiss. Sementara itu, Nongsa Digital Park juga merupakan salah satu pusat pengembangan teknologi digital yang memiliki posisi strategis dekat dengan hub keuangan dan industri di Asia Tenggara,” ujarnya, menambahkan.

Posisi Batam yang berdekatan dengan Singapura dinilai menjadi salah satu keunggulan dalam pengembangan layanan teknologi digital untuk kebutuhan pasar regional.

Kemitraan Teknologi Jadi Bagian Diplomasi Ekonomi Indonesia Emas 2045

Kerja sama pengembangan sovereign AI melengkapi sejumlah kemitraan ekonomi dan teknologi yang sebelumnya telah dijalin Indonesia dengan Swiss.

Pada Juni 2026, kedua negara menandatangani kerja sama hilirisasi mineral dan logam melalui pertemuan antara Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia dengan Menteri Federal Urusan Ekonomi Swiss di Kanton Basel-Stadt.

Selain itu, terdapat kerja sama pengembangan pabrik cerdas atau smart factory yang melibatkan sektor swasta dari kedua negara.

“Melalui kerja sama strategis, Indonesia dan Swiss memanfaatkan momentum 75 tahun hubungan diplomatik ini untuk sekali lagi mengembangkan kemitraan yang saling melengkapi dan saling menguntungkan,” tutur Ngurah.

Penandatanganan MoU antara Nongsa Digital Park dan PHOENIQS AG juga merupakan tindak lanjut Forum Bisnis Indonesia-Swiss bertema ekonomi digital dan kecerdasan buatan yang diselenggarakan KBRI Bern pada Juni 2026 di Kanton Zug.

KBRI Bern terus mendorong forum bisnis dan kerja sama investasi dengan perusahaan Swiss, khususnya perusahaan kecil dan menengah yang bergerak di bidang teknologi inovatif dan rendah karbon.

Kemitraan tersebut menjadi bagian dari strategi diplomasi ekonomi Indonesia untuk memperkuat industri digital nasional serta mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026