Pantau Flash
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020

Di Tengah Badai COVID-19, Lelang Wilayah Migas Dijadwal Ulang

Di Tengah Badai COVID-19, Lelang Wilayah Migas Dijadwal Ulang Migas. (Foto: ESDM)

Pantau.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan ketentuan lelang wilayah kerja minyak dan gas bumi (WK Migas) di tengah pandemi  COVID-19. Beberapa persiapan sebelum pengumuman penawaran WK akan dijadwal ulang, mengingat hampir semua stakeholder melakukan aktifitas Work From Home (WFH) dan social distancing.

"Saat ini proses persiapan penawaran WK Migas konvensional Tahap I Tahun 2020 terus dilakukan. Pemerintah juga tengah mematangkan kebijakan yang terbaik sebagai upaya meningkatan minat BU/BUT dalam penawaran WK Migas tersebut," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, dalam keterangannya, Rabu (8/4/2020).

Baca juga: SKK Migas Optimalkan Teknologi Demi Cegah Virus Korona

Terkait penawaran WK migas ini, Agung menyebut pemerintah tengah menyiapkan Terms & Conditions yang menarik, antara lain terkait firm commitment, besaran signature bonus, juga skema kontrak. Pemerintah juga sedang mengkaji stimulus untuk mendorong dan meningkatkan investasi hulu migas terutama pada kondisi wabah pandemi virus Korona ini. "Adapun untuk pelaksanaan lelangnya, akan dijadwalkan ulang, mengingat kebijakan penerapan social distancing dan masih banyak stakeholder yang WFH," jelas Agung.

Agung menyampaikan, hingga saat ini Direktorat Jenderal Migas mencatat terdapat 10 kandidat calon WK Migas Konvensional yang direncanakan akan ditawarkan pada lelang WK Migas Konvensional Tahap I Tahun 2020.

Baca juga: Demi Pacu Produksi, SKK Migas Buat Layanan Perizinan 3 Hari

Selain adanya wabah COVID-19 yang terjadi saat ini, Agung menilai faktor penurunan harga minyak dunia juga menjadi pertimbangan Pemerintah dalam menentukan waktu yang tepat untuk mengumumkan dimulainya Penawaran WK Migas Konvensional Tahap I Tahun 2020.

"Bisnis migas punya risiko tinggi sehingga perlu persiapan teknis dan finansial untuk meminimalisir resiko kegagalan ke depannya. Pemerintah tidak ingin kegiatan ekplorasi dan eksploitasi berhenti di tengah jalan sehingga malah mengganggu investasi di sektor hulu migas Indonesia," tuntas Agung.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta