Pantau Flash
Ada 415 Kasus Baru, Total 23.165 Positif COVID-19 di Indonesia
Sang Adik Positif Korona, Via Vallen: Jangan Kucilkan Mereka
Protokol New Normal di Tempat Kerja: Pekerja Tidak Boleh Terlalu Lelah
Puluhan Tahanan di Meksiko Terinfeksi Virus Korona
Analis: COVID-19 Miliki Dampak Luar Biasa pada Keuangan Rumah Tangga

Donald Trump Menilai Upaya WHO Tangani COVID-19 'Sangat Buruk'

Headline
Donald Trump Menilai Upaya WHO Tangani COVID-19 'Sangat Buruk' Presiden Amerika, Donald Trump menilai kinerja WHO buruk. (Foto Reuters)

Pantau.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan upaya yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menangani pandemi COVID-19 'sangat buruk'.

"WHO 'telah melakukan pekerjaan yang sangat buruk' dalam menangani virus Korona," ujar Donald Trump pada Senin 18 Mei 2020.

Dalam sebuah acara di Gedung Putih, Trump mengatakan dirinya akan membuat keputusan tentang pendanaan Amerika Serikat untuk WHO secepatnya. Dimana akan mempertimbangkan untuk mengurangi pendanaan Amerika Serikat untuk WHO sebesar 40 juta dolar AS.

Baca juga: Vaksin Paling Potensial COVID-19 Akan Jangkau Seluruh Dunia Secara Serentak


"Saya memilih untuk tidak membuat pernyataan hari ini. Saya akan memberikan pernyataan terkait WHO dalam waktu dekat," kata dia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan evaluasi independen terhadap tanggapan global virus Korona akan diluncurkan sesegera mungkin, dan China mendukung rencana itu.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan janji tersebut dalam pertemuan virtual badan pembuat keputusan WHO, Majelis Kesehatan Dunia, di mana Presiden China Xi Jinping membela penanganan krisis virus korona di negaranya.

Presiden AS Donald Trump dengan tajam mempertanyakan kinerja WHO selama pandemi dan memimpin kritik internasional terhadap penanganan China terhadap tahap-tahap awal krisis.

Baca juga: WHO: Virus Korona Mungkin Tak Akan Pernah Hilang


Tedros, yang selalu menjanjikan peninjauan pascapandemi, mengatakan tinjauan itu akan dilakukan "pada saat yang tepat paling awal" dan memberikan rekomendasi untuk kesiapan di masa depan.

"Kita semua memiliki sesuatu untuk dipelajari dari pandemi. Setiap negara dan setiap organisasi harus memeriksa responsnya dan belajar dari pengalamannya. WHO berkomitmen untuk transparan, akuntabilitas, dan pembenahan berkelanjutan," kata Tedros.

Tinjauan tersebut harus mencakup tanggung jawab "semua aktor dengan itikad baik," kata dia.

"Risiko tetap tinggi dan jalan panjang masih harus dilalui," tambah Tedros, yang mengatakan tes pendahuluan di beberapa negara menunjukkan bahwa paling banyak 20 persen populasi telah tertular penyakit ini tetapi di banyak tempat populasi yang tertular kurang dari 10 persen.

Sekadar informasi, sebuah resolusi yang dirancang oleh Uni Eropa menyerukan evaluasi independen terhadap kinerja WHO. Resolusi itu tampaknya telah memenangi dukungan konsensus di antara 194 negara bagian kesehatan.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: