Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPOM Raih Level 4 WHO, Indonesia Siap Bantu Pakistan Tingkatkan Pengawasan Obat dan Vaksin Halal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPOM Raih Level 4 WHO, Indonesia Siap Bantu Pakistan Tingkatkan Pengawasan Obat dan Vaksin Halal
Foto: (Sumber: Tangkapan layar - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam acara Rangkaian Peringatan HUT ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta, Rabu (28/1/2026). ANTARA/HO - YouTube BPOM.)

Pantau - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia telah meraih level 4 maturitas dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara dengan sistem pengawasan obat dan makanan yang diakui secara internasional.

Pencapaian ini membuka peluang kerja sama dengan negara lain, termasuk Pakistan yang saat ini masih berada pada level 2 dalam penilaian WHO.

"Saya kemarin kedatangan menteri Pakistan. Dia bilang, gimana caranya kita mau naik level 4? Suruh pergi ke BPOM sama saya. Suruh lihat. Jadi dia sangat membutuhkan", ungkap Budi dalam keterangannya.

Menurutnya, Pakistan memiliki populasi sekitar 240 juta jiwa, sedikit lebih kecil dari Indonesia yang berpenduduk 280 juta jiwa, namun dengan angka kelahiran 6,9 juta bayi per tahun—lebih tinggi dibanding Indonesia yang hanya 4,8 juta bayi per tahun.

Peluang Ekspor Vaksin Halal ke Pakistan

Mayoritas penduduk Pakistan beragama Islam, sehingga kebutuhan terhadap produk farmasi bayi dan vaksin halal sangat tinggi.

Pakistan secara geografis berdekatan dengan India, yang merupakan produsen vaksin terbesar dunia, namun konflik politik antara kedua negara menghambat kerja sama langsung di sektor farmasi.

"Dia udah datang ke saya, minta bantu saya, saya bilang saya open. Jadi perusahaan vaksin akan saya kirim ke sana", ujar Budi menegaskan kesiapan Indonesia dalam mendukung sistem kesehatan Pakistan.

Ia juga meminta agar BPOM Indonesia turut membina institusi pengawasan obat Pakistan agar bisa naik tingkat.

"Sekaligus saya titip, ya diajarin lah teman-teman dari Pakistan ini agar BPOM-nya mereka itu baru level 2 atau level 3. Dia pengen level 2 naik level 3", tambahnya.

Indonesia Diakui Sebagai WHO-Listed Authority

Level maturitas merupakan klasifikasi WHO untuk menilai kinerja dan efektivitas lembaga pengawasan obat suatu negara.

Pada Desember 2025, Indonesia bersama Australia resmi diakui sebagai WHO-Listed Authority (WLA), yang membuat Indonesia termasuk dalam 41 otoritas dari 39 negara dengan pengakuan tertinggi dari WHO.

Status ini memungkinkan produk farmasi dan vaksin dari Indonesia masuk dalam daftar yang direkomendasikan WHO dan memperluas akses pasar internasional.

Dengan pencapaian tersebut, Indonesia kini menjadi salah satu pusat rujukan dalam pengembangan sistem pengawasan farmasi di kawasan.

Penulis :
Aditya Yohan