Pantau Flash
Jubir Sebut 75 Persen Pasien COVID-19 di 11 Provinsi Telah Sembuh
Bamsoet Mendesak Kementan Segera Lakukan Uji Klinis Antivirus Korona
Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 di Wisma Atlet Bertambah Menjadi 3.586 Orang
Seluruh Pasien COVID-19 di Klaster Terbesar Gunung Kidul Telah Sembuh
Soal Larangan Tampil di Liga Champions, Guardiola Yakin City Menang Banding

Geger! Wanita di Ekuador Bangun Kembali Usai Dinyatakan Tewas Akibat Korona

Headline
Geger! Wanita di Ekuador Bangun Kembali Usai Dinyatakan Tewas Akibat Korona Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Pantau.com - Seorang perempuan Ekuador yang tinggal di Kota Guayaquil dan dilanda virus korona, kaget begitu mengetahui bahwa saudara perempuannya masih hidup, berminggu-minggu setelah dia mengkremasi jasad yang salah diidentifikasi otoritas kesehatan sebagai kematian saudarinya.

Dilansir Reuters, Minggu (26/4/2020), Alba Maruri (74) berada di unit perawatan intensif pada 27 Maret karena demam tinggi dan kesulitan bernapas. Seorang petugas kesehatan memberitahu keluarganya bahwa dia telah meninggal dunia, kata saudara perempuan Maruri, Aura, melalui telepon.

Seminggu kemudian, otoritas kesehatan menyerahkan jasad yang diketahui sebagai Maruri ke pihak keluarga. Namun, pada Jumat (24/4), petugas kesehatan kembali ke rumah keluarga Maruri di Guayaquil, pusat wabah COVID-19 di Ekuador.

Baca juga: Terkuak! Dokumen Uji Coba Obat COVID-19 WHO Gagal

"Sebuah ambulans datang dengan seorang dokter, psikiater, dan pekerja sosial. Mereka meminta maaf dan berkata kepada kami  bahwa saudari saya masih hidup," kata Aura Maruri.

"Kami sangat terkejut. Ini adalah keajaiban Tuhan," katanya. Maruri diduga mengidap COVID-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus korona baru, tetapi tidak pernah didiagnosis mengidapnya karena ia tidak dites.

Keluarganya tidak dapat mengunjunginya sampai Sabtu (25/4) karena pemberlakuan jam malam untuk mencegah penyebaran penyakit yang berkelanjutan.

Aura Maruri mengatakan, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan peti logam berisi abu jenazah yang salah diberikan kepada keluarganya.

"Saya tidak bisa tidur karena khawatir mereka akan membawanya (abu) ke kontainer-kontainer itu untuk orang mati," kata Maruri, merujuk pada kontainer berpendingin yang dibuat sebagai kamar mayat ketika pandemi menyebar melalui Guayaquil. "Ada kegagalan di rumah sakit," ujar dia.

Baca juga: Isu Kim Jong Meninggal Menyeruak, tapi Citra Satelit Punya Opsi Lain

Insiden ini menegaskan kesulitan yang dihadapi Ekuador, di mana pandemi virus korona telah membuat kewalahan sistem kesehatan dan menyebabkan pekerja sanitasi berjuang untuk mengumpulkan dan mengidentifikasi jumlah mayat yang terus bertambah.

Reuters tidak dapat segera mendapatkan komentar dari Alba Maruri atau dari Rumah Sakit Abel Gilbert Ponton, di mana dia masih dirawat tetapi tidak lagi dalam perawatan intensif.

Menteri Kesehatan Juan Carlos Zevallos mengatakan kepada wartawan bahwa kasus itu sedang diselidiki, dan menambahkan bahwa otoritas kesehatan menjamin identifikasi mayat dan bahwa rumah sakit melacak orang yang meninggal.

Ekuador telah mencatat hampir 23.000 kasus virus korona, 576 kematian, dan 1.060 orang lainnya yang diduga telah meninggal karenanya. 

Tetapi pemerintah mengakui bahwa jumlah total kematian selama pandemi jauh lebih tinggi dari biasanya, dan banyak yang telah meninggal sebelum diuji.


Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: