ABG Bunuh Bocah di Sawah Besar, Psikiater: Tak Bisa Disebut Psikopat

Gambar karakter fiksi horor yang dibuat oleh tersangka NFGambar karakter fiksi horor yang dibuat oleh tersangka NF

Pantau.com – Kasus pembunuhan oleh seorang anak berusia 15 tahun kepada anak lima tahun beberapa hari ini memenuhi lini masa. Sebagian berpendapat bahwa anak tersebut mengidap psikopatik. Namun, psikiater menyebut anak tidak bisa dibilang sebagai psikopat.

Psikiater anak dr. Tjhin Wiguna mengatakan, psikopat merupakan gangguan kompleks dalam konseptualisasi pribadi yang terbentuk setelah seseorang menjadi dewasa karenanya anak tidak bisa dibilang sebagai psikopat.

“Salah satu definisi psikopat atau psikopati buat saya lebih mengatakan bahwa ini adalah suatu gangguan yang kompleks dari konseptualisasi kepribadian seseorang. Jadi kalau kita bicara konsep kepribadian yang terganggu, harusnya namanya kepribadian itu baru terbentuk setelah individu memasuki usia dewasa,” katanya ketika dihubungi dari Jakarta pada Rabu (11/3/2020).

Baca juga: Pembunuhan Sadis Sawah Besar: Polisi Akan Gunakan UU Perlindungan Anak

Usia dewasa, menurut dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu, adalah usia 18 tahun ke atas. 

Pada usia itu, ia mengatakan, gangguan kepribadian bisa dideteksi berdasarkan hasil pemeriksaan komprehensif oleh pakar.

Anak-anak atau remaja yang belum memasuki usia dewasa, ia melanjutkan, belum bisa dikatakan mengalami gangguan kepribadian atau memiliki sifat psikopat karena kepribadian terbentuk saat seseorang memasuki usia dewasa.

Ia menjelaskan, psikopat adalah konseptual kepribadian yang terganggu yang ditandai dengan beberapa dimensi gangguan seperti perilaku antisosial dan impulsif yang disertai dengan beberapa respons lain.

Sebagai psikiater anak, dr. Tjhin tidak akan mendeskripsikan seorang anak atau remaja sebagai psikopat. Namun dia mengakui bahwa ada gangguan kompleks yang bisa terjadi pada anak seperti gangguan tingkah laku atau conduct disorder.

Baca juga: Pembunuh Anak di Sawah Besar Terinspirasi dari Karakter Horor

“Conduct disorder cenderung lebih menunjukkan perilaku yang timbul pada masa perkembangan anak. Di mana perilakunya lebih cenderung melanggar hak asasi manusia atau perilaku kurang bersosialisasi,” kata dia.

Kendati demikian, menurut dia, gangguan perilaku tersebut belum bisa digunakan untuk menilai apakah anak memiliki sifat-sifat psikopat.

Masyarakat belakangan digegerkan oleh pembunuhan anak usia lima tahun yang dilakukan oleh remaja perempuan berusia 15 tahun di Jakarta. 

Remaja perempuan itu kemudian menyerahkan diri kepada polisi dan mengaku telah membunuh anak tetangganya. Dia sudah menjalani observasi kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Noor Pratiwi