Pantau Flash
Kemendes PDTT Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020
Kementan Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kemenpan RB
Kemenparekraf Prediksi Tren Wisata Domestik dan Alam Akan Populer di 2021
Rekor Lagi! Kasus Positif COVID-19 RI Naik 5.534 per 25 November
Anita Kolopaking: Djoko Tjandra Ingin Nama Baiknya Dipulihkan

Ade Yasin Bakal Batasi Kendaraan di Jalur Pucak saat Libur Panjang Nanti

Headline
Ade Yasin Bakal Batasi Kendaraan di Jalur Pucak saat Libur Panjang Nanti Arsip Foto. Bupati Bogor Ade Yasin usai memeriksa kendaraan-kendaraan asal Jakarta (Foto: Antara)

Pantau.com - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, akan membatasi kendaraan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, saat libur panjang Maulid Nabi sebagai upaya mencegah terjadinya kepadatan yang berpotensi besar membuat penularan COVID-19.

Ia akan meminta kendaraan yang menuju puncak putar balik apabila kondisi puncak tidak memungkinkan.  "Tujuannya (ke Puncak) juga harus jelas, jangan juga sampai tidak jelas. Insha Allah akan kita putar balik," katanya

Menurutnya, cara itu terbilang efektif untuk tidak membuat kepadatan di jalur penghubung Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur tersebut, sehingga jumlah pengunjung di masing-masing tempat wisata dapat terkendali sesuai protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Baca juga: Kemenhub Janji Kawal Ketat Transportasi Ketika Libur Panjang

Ade Yasin mengatakan bahwa hampir setiap libur panjang, Jalur Puncak dipadati oleh kendaraan berplat nomor luar Bogor, terutama plat B. Ia khawatir, kedatangan para wisatawan dari luar daerah secara tak terkendali akan meningkatkan kasus COVID-19 di Kabupaten Bogor, yang sejauh ini statusnya masih zona oranye.

"Kebanyakan yang masuk ke Puncak itu plat B, mungkin mereka juga ingin menghirup udara segar, tapi jangan justru menimbulkan penularan dengan cara berkerumun," terang Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor itu.

Selain akan mengendalikan volume kendaraan, Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan melakukan razia penggunaan masker di tempat-tempat wisatawan, sesuai yang diatur dalam Keputusan Bupati (Kepbup) Bogor nomor 443/450/Kpts/Per-UU/2020 tentang pembatasan sosial berskala besar praadaptasi kebiasaan baru (PSBB pra-AKB).

"Semuanya harus ngerem, tidak hanya pemerintah, tapi masyarakat juga harus benar-benar membantu, untuk tidak lagi terjadi klaster dan penularan pasien positif COVID-19," tuturnya.

Baca juga: Jelang Libur Panjang, Polda Banten Bakal Lakukan Penyekatan Objek Wisata

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo meneruskan pesan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 selama libur panjang pada pekan depan.

"Bapak Presiden mengingatkan, bahwa tidak lama lagi kita akan menghadapi libur panjang, dan biasanya libur panjang akan menimbulkan masalah bagi kesehatan. Kasus COVID meningkat. Seperti yang terjadi pada akhir Juli," ungkapnya dalam kegiatan penanaman pohon bersama BNPB di Telaga Saat, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 20 Oktober 2020.

Menurutnya, Presiden khawatir lonjakan kasus COVID-19 yang memuncak di sejumlah kota-kota besar Pulau Jawa pada awal September 2020 kembali terulang.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: