Pantau Flash
Tok! Pemerintah Kurangi Libur Cuti Bersama Akhir Tahun Sebanyak 3 Hari
Presiden Jokowi Tegaskan Belanja Anggaran 2021 Direalisasikan Awal Januari
Edhy Prabowo Tersangka, 40 Eksportir Benur Akan Diperiksa
Benny Wenda Jabat Presiden Pemerintahan Sementara Papua Barat
COVID-19 RI Awal Desember: 543.975 Kasus Positif, 454.879 Pasien Sembuh

Bamsoet Apresiasi Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung

Headline
Bamsoet Apresiasi Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung Bambang Soesatyo. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri dalam menetapkan delapan orang tersangka penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung yang terjadi pada 22 September 2020 silam.

Proses investigasi sekaligus penegakan hukum ini diharapkan bisa menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait penyebab kebakaran, apakah ada unsur kesengajaan atau murni kealpaan. 

"Ujung dari proses penegakan hukum ini akan bermuara ke pengadilan. Disitu akan terlihat, apakah penetapan delapan orang tersangka tersebut mampu menjawab penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung. Proses penegakan hukum ini harus menjunjung tinggi keadilan, bahkan terhadap para tersangka juga harus diadili secara tegas dan adil," ujar Bamsoet di Jakarta, Sabtu, (24/10/20). 

Baca juga: 8 Tersangka Ditetapkan dalam Kebakaran Kejagung, Lemkapi Bilang Begini

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, jika terbukti secara sah dan meyakinkan di depan hukum bahwa kedelapan tersangka tadi bersalah, mereka harus mendapat ganjaran yang setimpal sesuai peraturan perundangan. Sehingga menjadi pelajaran kepada siapapun untuk lebih berhati-hati. 

"Dari sini kita belajar untuk tak boleh mengabaikan potensi terjadinya kebakaran. Dari hal kecil seperti puntung rokok saja, bisa menyulut kobaran besar api yang bisa melahap berbagai sudut ruangan, bahkan bisa membuat nyawa melayang," tandas Bamsoet. 

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menekankan, berbagai kementerian/lembaga harus mengambil pelajaran dari kebakaran yang menimpa gedung Kejaksaan Agung. Sejak dini harus mengantisipasi segala kemungkinan potensi terjadinya kebakaran.

Baca juga: Ketua MPR: Seluruh Rakyat Indonesia Harus Terima Vaksin Tanpa Terkecuali

Jangan karena kealpaan managemen keselamatan gedung, uang rakyat yang seharusnya bisa digunakam untuk membangun berbagai infrastruktur jalan maupun pendidikan, malah digunakan untuk merenovasi gedung akibat kebakaran. 

"Dari kebakaran gedung Kejaksaan Agung, potensi kerugiannya ditaksir mencapai Rp 1,1 triliun. Beruntung tidak ada korban jiwa. Kedepan, tak boleh lagi terjadi kebakaran di gedung milik pemerintah. Managemen keselamatan harus diutamakan. Hydrant maupun alat pemadam kebakaran harus di cek secara berkala, dipastikan kesiapannya tatkala dibutuhkan saat keadaan emergency," pungkas Bamsoet.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: