Pantau Flash
Satu Tahun Pandemi di RI, Kasus Positif COVID-19 Sudah Mencapai 1.347.026
Menristek Sebut Harga Vaksin Merah Putih Sekitar Rp70 Ribuan
Proses Identifikasi Korban SJ-182 Resmi Ditutup, 3 Penumpang Belum Teridentifikasi
Jokowi Akhirnya Cabut Perpres Izin Investasi Miras
Genap Satu Tahun Pandemi, 2 Kasus Mutasi COVID-19 Inggris Ditemukan di Indonesia

Cetak Uang Palsu Buat Beli HP Baru, Pasutri Ini Diringkus Polisi

Headline
Cetak Uang Palsu Buat Beli HP Baru, Pasutri Ini Diringkus Polisi Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando menggelar konferensi pers terkait penanganan sejumlah kasus pidana di kantornya, Selasa (19/1/2021). ANTARA/Ogen

Pantau.com - Polisi menangkap sepasang suami istri berinisial YA (23) dan G (23), karena membeli handphone (HP) menggunakan uang palsu.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando mengatakan pengungkapan kasus ini berawal ketika YA dan G hendak membeli sebuah HP di salah satu toko di wilayah Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Sabtu (16/1).

Namun, penjual merasa curiga dengan uang yang dipakai kedua tersanga. Kemudian berinisiatif melapor kepada pihak Polsek Bukit Bestari.

“Pelapor atau korban menduga uang milik keduanya palsu, karena uang senilai Rp1,7 juta yang diterima korban memiliki nomor seri yang sama," ujar Kapolres dalam konferensi pers di kantornya, Selasa.

Baca juga: Pijat Plus-plus di Bandung: Muncikari Dapat Rp550 Ribu, Terapis Cuma Cepek

Usai menerima laporan tersebut, pihak kepolisian langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan menangkap sepasang suami istri itu.

Berdasarkan keterangan keduanya, kata Kapolres, uang palsu tersebut dicetak sendiri menggunakan printer yang mereka miliki.

"Kedua pelaku itu memalsukan uang setelah belajar dari internet selama sekitar dua minggu," kata Kapolres.

Baca juga: Update Terbaru Kasus Jouska, Begini Perkembangannya Kata Bareskrim Polri

Dalam kasus ini, polisi menyita 62 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, satu unit printer, lima buah tabung tinta, dua cartridge printer, 300 lembar kertas ukuran A4 warna merah muda, dan sepeda motor yang digunakan oleh pelaku.

Kedua pelaku dikenakan Pasal 26 ayat (1), (2), (3) jo Pasal 36 ayat (1), (2), (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Republik Indonesia dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun hingga 15 tahun.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: