Pantau Flash
Total Ada 16 Orang Ditangkap Terkait OTT Bupati Banggai Laut
Dokter: Kelelahan pada Penyintas Korona Jadi Gejala Fenomena 'Long COVID'
Bamsoet: Deklarasi Benny Wenda Makar, Pemerintah Harus Tindak Tegas
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini
Lemhannas: Benny Wenda Tidak Punya Kewenangan untuk Deklarasi Papua Barat

Mahfud Minta TGPF Rampungkan Laporan Penembakan Pendeta Yeremia Jumat Ini

Mahfud Minta TGPF Rampungkan Laporan Penembakan Pendeta Yeremia Jumat Ini Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, meminta Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya untuk menyelesaikan laporan investigasi hingga Jumat, 17 Oktober 2020.

"Sekarang tim ini sudah melaporkan seluruhnya dan tinggal menyusun nanti laporan yang lebih sistematis dan diberi waktu sampai dengan tanggal 17 untuk membuat laporan dan mendiskusikan semua fakta-fakta yang ditemukan sehingga sampai pada kesimpulan yang meyakinkan," kata Mahfud saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Mahfud membentuk TGPF Intan Jaya untuk mengungkap kasus penembakan di Kabupaten Intan Jaya, yang menyebabkan empat orang tewas, yakni dua personel TNI, satu orang warga sipil dan seorang pendeta.

Baca juga: Usut Penembakan Pendeta Yeremia, TGPF Dapatkan Keterangan dari 25 Saksi

Tim itu berangkat ke Papua pada 7 Oktober lalu untuk melakukan investigasi lapangan dan kembali ke Jakarta pada 12 Oktober 2020. Menurut dia, Ketua Tim Investigasi Benny J Mamoto dan Sugeng Purnomo selaku wakil sudah melaporkan tentang pelaksanaan pencarian fakta di lapangan. "Alhamdulillah semua target pencarian fakta sudah berhasil didapat meski terjadi teror, bahkan penghadangan dan penembakan," kata Mahfud.

Ia mengatakan, TGPF Intan Jaya berhasil mendapat keterangan dari saksi kunci soal penembakan TNI dan pendeta Yeremia, sehingga keterangan ini juga bisa dipakai polisi untuk menangkap para pelaku.

"Tim ini juga sudah menemui saksi-saksi kunci. Di sini yang dimiliki oleh tim adalah data primer. Ada saksi-saksi kunci, kemudian keluarga korban, olah TKP bersama keluarga korban itu sudah dibuat semua," ucap Mahfud. 

Kerja timnya juga turut dipermudah dengan terbukanya pihak keluarga korban akan proses investigasi yang dilakukan. Keluarga korban, kata Mahfud, bahkan memberikan izin kepada tim untuk mengautopsi jenazah pendeta Yeremia yang menjadi korban penembakan yang diduga kuat dilakukan KKB Papua saat itu.

"Dulu itu sulit sekali. Dari awal kita masuk rumah sakit kita masuk, dokter-dokter kita masuk, sekarang tim ini sudah berhasil. Karena tim kami memang pendekatannya lebih kultural," ungkap Mahfud.

Baca juga: TGPF Intan Jaya Sebut Keluarga Izinkan Autopsi Jenazah Pendeta Yeremia

Sementara itu, Mamoto mengatakan tim telah mewawancarai 25 orang lebih saksi dalam proses investigasi. "Kami periksa 25 saksi, mungkin lebih. Mereka itu, istri korban, saudara yang diminta melihat korban, saksi pasca peristiwa, tenaga medis yang dimintai bantuan untuk membantu korban, dan aparat setempat yang sedang bertugas ketika itu," ujar dia.

Tim itu juga akan terus memantau hasil investigasi hingga di proses penyidikan. Dia memastikan seluruh proses investigasi akan rampung dan dapat mengungkap pelaku seperti yang memang diharapkan para keluarga korban.

"Saya akan memantau terus proses penyidikan yang akan berjalan dan saya harus lapor kepada Ketua Kompolnas dalam hal ini Bapak Menko Polhukam. Sehingga proses itu akan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Itu jawaban kami kepada beliau-beliau di sana," ucap dia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: