Pantau Flash
Lin Dan Putuskan Pensiun
DPR Setujui Anggaran Kemenparekraf 2020 Dipangkas Rp2 Triliun
Bertambah 1.447, Kasus Positif Korona di RI Tembus Angka 62.142 Jiwa
Pertama Kalinya dalam 62 Tahun, Sony Akan Berganti Nama
Kreativitas Jadi Kunci e-Commerce saat Lebaran Selama Pandemi COVID-19

Pemerintah Beberkan Tentang 'The New Normal' saat Pandemi

Pemerintah Beberkan Tentang 'The New Normal' saat Pandemi Ilustrasi (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Pantau.com - Melakukan kegiatan produktif dengan tetap menjalankan protokol kesehatan agar aman dari infeksi COVID-19 adalah normal yang baru atau the new normal yang harus dijalani masyarakat di tengah pandemi, kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

"Kita harus tetap produktif tetapi dengan mengedepankan prinsip-prinsip agar kita tetap aman dari COVID-19. Inilah yang kemudian menjadi perubahan perilaku yang mendasar untuk kita sekalian dan inilah yang kita sebut sebagai normal yang baru," kata Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Baca juga: Pemerintah: Salat Idul Fitri yang Masif di Masjid dan Lapangan Dilarang

Masyarakat Indonesia harus menjalani kehidupan yang normal seperti bekerja dan melakukan kegiatan produktif lain tapi sambil tetap menjalankan langkah-langkah untuk menghindari infeksi COVID-19.

Masyarakat, kata dia, harus membiasakan diri untuk melakukan protokol kesehatan seperti menjaga jarak fisik dengan orang lain, menggunakan masker dan secara selektif memilih momen yang tepat untuk keluar rumah.

Semua langkah itu dilakukan untuk memutus rantai penularan COVID-19 yang sampai sekarang belum ditemukan vaksin dan obat untuk mengatasinya.

"Proses inilah yang kemudian dibutuhkan dalam kaitan beradaptasi dengan situasi yang sekarang sedang terjadi, pandemi COVID-19," kata dia.

Baca juga: Jokowi Sebut Pemerintah Tak Larang Warga Ibadah tapi Atur Peribadatan

Meski mendorong masyarakat tetap produktif, pemerintah sendiri belum melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan segala protokol kesehatan untuk mengatasi COVID-19.

Pria yang menjabat sebagai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan itu menegaskan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, daerah yang sudah menjalankan PSBB dan pembatasan sosial lainnya harus tetap menerapkannya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: