Pantau Flash
Polri Limpahkan Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra ke Kejaksaan
Jokowi: Dibandingkan Kematian Rata-rata Dunia, Kita Masih Lebih Tinggi
Jokowi Perintahkan Rencana Vaksinasi COVID-19 Rampung dalam 2 Pekan
Gempa M 5,3 Guncang Sumba Barat NTT, Terasa hingga Denpasar dan Mataram
10 Orang Tewas Akibat Tanah Longsor di Tarakan

Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau COVID-19

Headline
Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau COVID-19 Sejumlah siswa mengikuti proses belajar mengajar di bekas posko COVID-19 untuk mendapatkan sinyal jaringan internet, di Desa Madang, Kab Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Selasa (4/8/2020). (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan arahan untuk pelonggaran atau relaksasi kegiatan belajar tatap muka bagi siswa di masa pandemi, namun harus tetap waspada terhadap risiko penularan COVID-19.

Muhadjir menjelaskan bahwa kebijakan pelonggaran kegiatan belajar mengajar tatap muka dilakukan karena banyaknya keluhan yang disampaikan oleh para orang tua dan peserta didik lantaran sulitnya melaksanan kegiatan belajar jarak jauh dari rumah.

"Arahan bapak Predisen pada rapat kabinet terbatas 5 Agustus, agar ada pelonggaran atau relaksasi kegiatan belajar mengajar tatap muka untuk para siswa dengan banyak pertimbangan. Kita semua sudah maklum banyak sekali hal yang harus dibenahi, terutama keluhan peserta didik, orang tua, dan juga pihak terkait sehubungan diberlakukannya kegiatan proses pembelajaran dari rumah," kata Muhadjir dalam konferensi pers secara virtual yang dilakukan di Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Baca juga: Dikritik Soal PJJ, Menteri Nadiem: Tak Ada yang Bisa Gantikan Tatap Muka

Pemerintah melalui kementerian lembaga terkait sudah menyepakati untuk memperbolehkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka secara langsung. Kegiatan belajar mengajar tatap muka secara langsung tersebut diperbolehkan untuk daerah yang termasuk dalam kategori zona hijau dan zona kuning.

Kebijakan belajar tatap muka secara langsung di sekolah ini merupakan sebuah opsi untuk sekolah yang berada di zona hijau dan kuning. Artinya, kebijakan ini tidak wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah atau sekolah tergantung pertimbangan dan penilaian risiko masing-masing.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara langsung juga harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak fisik minimal 1,5 meter. Hal penting yang harus dilakukan juga adalah pembatasan kapasitas peserta didik yang hadir di setiap kelas harus maksimal 50 persen.

"Saya ingatkan ketika kita berani ambil risiko membuka kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah atau madrasah, maka kita harus super hati-hati dan meningkatkan kewasapadaan setinggi mungkin. Agar keselamatan siswa dan guru betul-betul terjamin," tegas Muhadjir.

Baca juga: Kemendikbud: 68 juta Peserta Didik Indonesia Terdampak COVID-19

Menko Muhadjir juga mengingatkan agar setiap sekolah dan juga dinas pendidikan untuk sigap merespon secepat mungkin apabila ada kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak sesuai rencana.

Muhadjir meminta seluruh pihak agar turut bekerja sama dalam hal penerapan kebijakan pelonggaran kegiatan belajar mengajar secara langsung di zona hijau dan kuning dilakukan dengan sungguh-sungguh.

"Saya berharap penetapan sekolah mana dana ada di mana saja yang bisa dilaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka itu harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Kita sadari betul kita tidak mungkin terus ketakutan dihantui COVID-19 tanpa keluar menghadapi segala persiapan. Tanpa itu kita tidak mungkin bisa memasuki suasana wajar seperti sedia kala," kata Muhadjir.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: