Pantau Flash
Pesawat Lionair Misi Medis Meledak di Filipina, Seluruh Penumpang Tewas
Olimpiade Ditunda, Jepang Pertanyakan Siapa yang Akan Bayar Tagihan
Bogor Siapkan Dua Skenario Lockdown Berkaca dari DKI Jakarta
Dua Pasien RS Darurat Wisma Atlet Meninggal Dunia
Polisi Siapkan Skenario Pembatasan Akses Menuju dan Keluar Jakarta

Zikria Dzatil Si Penghina Risma Kini Lebih Pilih Buka Al Quran daripada FB

Zikria Dzatil Si Penghina Risma Kini Lebih Pilih Buka Al Quran daripada FB Zikria Dzatil (43), kembali menempati rumahnya di kawasan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/2/2020). (Foto: Antara/M Fikri Setiawan)

Pantau.com - Zikria Dzatil (43), warga Bogor yang sempat berstatus tersangka kasus penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma, mengaku trauma bermain media sosial (medsos), kini ia lebih memilih membuka Al Quran.

"Untuk saat ini saya belum mau buka medsos, cukup kapok dan cukup trauma. Saya lebih baik buka Al Quran aja deh sekarang," ujarnya dengan didampingi suaminya, Daru Asmara Jaya di kediamannya, kawasan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/2/2020).

Baca juga: Risma Secara Resmi Cabut Laporan Terhadap Penghinanya

Ibu tiga anak ini mengaku belum lama memiliki akun medsos facebook karena pada dasarnya ia tidak menyukai medsos. Tapi sayang salah satu postingannya malah berujung pelaporan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Saya gak suka medsos, tapi saya malah terjerat. Tahunya itu FB ada yang rame diomongin kebetulan soal itu, saya jadi ikut-ikutan," tuturnya.

Saat itu, ia mengaku khawatir karena postingannya pada tanggal 16 Januari 2020 seketika ramai jadi perbincangan. Terlebih ketika menerima informasi mengenai pelaporan dirinya. Tapi, ia mendapat dukungan penuh dari suami untuk berani melaluinya.

"Saya posting tanggal 16 Januari, tanggal 18 sudah kesebar ke grup Surabaya. Tanggal 21 langsung ada pemberitaan saya dilaporin. Akhirnya kata suami saya, hadapin, jangan sampai masalahnya lari ke mana-mana," paparnya.

Selain fokus beribadah, Zikria mengaku akan kembali mengisi kesehariannya dengan membuka warung yang ada di teras rumahnya.

Sebelumnya, orang nomor satu di Pemkot Surabaya itu pada Jumat (7/2) resmi mencabut laporan yang ditujukan kepada Zikria Dzatil (43), pemilik akun facebook yang diduga telah menghina dan melakukan ujaran kebencian kepadanya.

Zikria sempat terancam dijerat Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Adapun ancaman kedua pasal ITE itu masing-masing hukumannya adalah enam tahun dan empat tahun penjara.

Baca juga: Penghina Risma Ajukan Penangguhan Penahanan, Ini Langkah Polisi

Selain itu, juga Pasal 310 KUHP ayat (1) dan (2) tentang pencemaran nama baik yang ancamannya yakni penjara satu tahun empat bulan atau sembilan bulan penjara.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: