Pantau Flash
Kasus Positif Korona Meningkat, Rupiah Melemah Rp16.390 per Dolar
Alami Komplikasi Akibat Korona, Bintang 'Star Wars' Meninggal Dunia
Peneliti Indonesia Ikut Riset Gabungan Temuan Obat Covid-19 di Bawah WHO
Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk

Kapten Atalanta Beberkan Warga Italia Langgar Aturan Lockdown

Kapten Atalanta Beberkan Warga Italia Langgar Aturan Lockdown kapten Atalanta Alejandro Papu Gomez. (Foto: AFP/DENIS LOVROVIC)

Pantau.com - Kapten Atalanta Alejandro Gomez merasa kecewa lantaran penduduk kota Bergamo yang menjadi basis klub ini, sekaligus kota di Italia yang paling parah terhantam epidemi virus korona, menggunakan segala cara untuk menghindari lockdown.

Seperti diketahui pemerintah Italia melarang penduduknya keluar rumah untuk ke supermarket atau bekerja, atau sekadar jalan-jalan bersama anjingnya menyusul pandemi virus korona atau COVID-19. Namun Gomez melihat aturan itu acapkali dilanggar oleh banyak orang di kota tersebut.

Baca juga: FIFA Gandeng WHO Perangi Virus Korona

"Tetap saja ada orang di jalan-jalan," kata Gomez dalam wawancara dengan harian olah raga Ole yang berbasis di negara asal pemain ini, Argentina, seperti dikutip Reuters.

"Ada yang keluar untuk berlari, ada yang pergi ke taman untuk sit-up, ada yang mengajak anjingnya jalan-jalan karena mereka bosan di rumah atau ada juga yang bohong agar bisa ke supermarket."

"Saya tak keluar untuk lari-lari sekalipun saya olahragawan dan itu tugas saya," sambung Gomez.

Di Italia lebih dari 6.000 orang meninggal dunia akibat virus corona, sedangkan 63.927 kasus terkonfirmasi yang merupakan paling buruk di Eropa. Serie A sudah dihentikan sementara sejak 9 Maret.

Kasus pertama virus ini dilaporkan di Italia utara pada pekan ketika Atalanta menikmati malam paling menyenangkan dalam sejarah mereka ketika menggebuk Valencia 4-1 pada leg pertama 16 besar Liga Champions. Mereka memenangkan leg II dengan 4-3.

Baca juga: Bosan Jalani Isolasi, Nainggolan Ingin Main Sepak Bola hingga Usia 50 Tahun

"Saya kira banyak misinformasi sejak awal dan kami semua menganggap enteng hal ini. Kami kira itu cuma flu biasa, virus yang biasa muncul pada musim dingin, jadi kita tetap menjalankan kehidupan sebagaimana biasa," kata Gomez.

"Suatu hari, militer datang membawa peti-peti jenazah dan mengkremasi jenazah-jenazah itu di suatu tempat karena sudah tidak ada lagi ruang untuk dikuburkan di sini. Luar biasa sekali. Seitap pagi saya bangun menonton berita dan selalu saja berita buruk."

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Reza Saputra
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: